Artis Manohara Odelia Pinot Meninggal Dunia

journalntb.com
Narkoba kembali menelan korban jiwa. Kali ini yang dikabarkan menjadi korban adalah Manohara Odelia Pinot. Artis ini dikabarkan meninggal dalam usia muda, 24 tahun, karena diduga over dosis mengonsumsi narkoba jenis pil ineks.
Manohara yang doyan dugem dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Siloam Graha Medika Jakarta, Rabu (16/11/2016), pukul 02.27 WIB.
"Korban Ma semalam telah pesta miras dan menenggak narkoba jenis pil ineks di Kowloon," kata Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, AKP Ricky Firmansyah kepada wartawan, Rabu (16/11).
Sementara itu beredar pesan dalam BBM yang berisi: "Inalillahii, berita duka dari artis indonesia yang terlibaat dalam kasus video mesum
Manohara Odelia Pinot menghembuskan nafas terakhir di RS. Siloam Graha Medika Jakarta Selatan siang tadi pukul 074:27, Manohara Odelia Pinot dibawa satu jam sebelumnya dengan keadaan tidak sadarkan diri, sementara dokter yang menangani belum berani bicara apa penyebabnya sebelum pihak keluarga meminta jenazah agar diotopsi ".
Manohara lahir di Jakarta, 28 Februari 1992 . Ia mengawali kariernya sebagi model, lalu terjun ke dunia akting. Ia memiliki darah campuran Amerika Serikat dan Bugis.
Nama Manohara mencuat di berbagai media massa Indonesia dan Malaysia pada pertengahan bulan April 2009, karena konflik yang terjadi dengan suaminya, Tengku Muhammad Fakhry Petra, putera ke-3 Sultan Kelantan, Malaysia .
Manohara lahir dari orang tua berkebangsaan Amerika Serikat, George Manz dan keturunan
bangsawan Bugis, Daisy Fajarina. Setelah kedua orangtuanya bercerai, sang ibu menikah dengan Reiner Pinot Noack yang berkebangsaan Perancis. Manohara juga memiliki seorang saudari tiri yang berusia lebih tua, bernama Dewi Sari Asih.
Manohara adalah seorang model. Di usianya yang masih muda, ia berhasil menjadi salah satu 100 Pesona Indonesia menurut Majalah Harper's Bazaar. Manohara pernah berperan dalam sinetron yang juga berjudul
Manohara dan memerankan dirinya sendiri yang cukup mendapatkan perhatian dari masyarakat.
Manohara bertemu dengan Tengku Fakhry di Perancis pada bulan
Desember 2006 , saat jamuan makan malam oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia. Terjalin hubungan di antara keduanya, dan pada 26 Agustus 2008 Manohara dan Tengku Fakhry menikah di Malaysia. Setelah menikah, Manohara mendapat gelar Cik Puan Temenggong dan menjadi anggota dari keluarga kerajaan Kelantan.
Dua bulan kemudian, Manohara memutuskan kembali ke Jakarta dan tidak mau kembali ke Malaysia. Ia dikabarkan mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari suaminya. Ia juga meminta sang suami memenuhi janjinya menggelar pesta pernikahan di Jakarta. Tengku Fakhry kemudian menjemput Manohara, membelikan mobil sebagai hadiah ulang tahun, serta mengajak Manohara beserta keluarganya untuk
umrah bersama.
Ketika selesai umrah pada 9 Maret
2009 , Tengku Fakhry segera membawa istrinya kembali ke Malaysia, namun tidak membawa serta keluarga Manohara.
Ibu Manohara, Daisy Fajarina, kemudian menyatakan bahwa ia mengalami pencekalan ketika akan mengunjungi putrinya di Malaysia. Daisy lalu meminta bantuan Pemerintah Indonesia dan Komnas HAM untuk mengatasi masalah tersebut.
Kasus ini semakin mendapatkan perhatian setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak mengelak pertanyaan wartawan mengenai tuduhan penculikan Manohara oleh seorang pangeran Malaysia, saat ia bertemu Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta pada 23 April 2009. Pemerintah Indonesia melalui pejabat Kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur selanjutnya meminta penjelasan dari Pemerintah Malaysia mengenai dugaan pencekalan tersebut.
Pada hari Minggu 31 Mei 2009, Manohara tiba kembali di Indonesia bersama dengan ibunya dari Singapura. Melalui konferensi pers, Manohara menyatakan bahwa ketika ia bersama keluarga Kerajaan Kelantan sedang berada di Singapura untuk menjenguk Sultan Kelantan yang tengah berobat di Singapura, ia berhasil lolos dari penjagaan pengawal Kesultanan Kelantan. Dengan bantuan aparat Singapura dan staf diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat, Manohara berhasil bertemu dengan ibunya yang saat itu juga sedang berada di Singapura. Manohara bersama ibunya segera kembali ke Indonesia. Manohara menyatakan bahwa segala tuduhan penculikan dan penganiayaan yang dilayangkan ibunya kepada suaminya adalah fakta. Manohara juga menyatakan tidak bersedia kembali ke Kelantan dan menyatakan niatnya untuk bercerai dari Tengku Fakhry.
(Rois)

0 komentar:

Posting Komentar