JALAN TENGAH JIKA MENOLAK HABIB RIZIEQ SHIHAB


journalntb.com
Wawancara dengan Ketua Pemuda Muslimin Indonesia kemarin Mengatakan
"Saya mulai dengan mengutip alasan penolakan mereka, yang ada di media cetak dan elektronik.
"Demi Allah, kami juga Islam dan patuh pada ulama. Tapi ulama yang bagaimana dulu, kita di sini punya banyak ulama. Kenapa mesti datangkan ulama dari luar? Kalau yang diundang Agil Siraj pasti dibentangkan karpet merah ya? kata Irfan"

Dari pernyataan itu,  pemuda Muslimin PW NTB Mengatakan kalau kita sedikit tenang kita akan melihat bahwa yang dipermasalahkan sebenarnya adalah metode ceramah yang dijalankan Habib Rizieq Shihab (HRS) sebagai alasan penolakan mereka, menurut nya alasan ini tidak cukup kuat untuk diterima semua kalangan (Pemda, Kepolisian dan Masyarakat) karena kita juga harus memahami terlebih dahulu bahwa metode dakwah yang digunakan HRS itu adalah metode dalil atau hujjah sehingga menampakkan kebenaran dan menghilangkan sisi kesamaran, deskriftif analis yang bersifat kualitatif memang cenderung menggambarkan fakta sebagaimana adanya sehingga kerap kali terdengar dengan nada yang sedikit provokatif, padahal menurut nya beliau hanya menghilangkan sisi abu-abunya dan seperti yang diketahui itu sangat berbeda dengan metode mau'idzah hasanah atau nasehat-nasehat seperti yang sering di terima dari para ulama.
Oleh karena itulah mungkin Pak Kapolda tidak menerima permintaan mereka, menurut nya hal itu sangat wajar sebab kepolisian juga tidak mungkin bekerja hanya karena adanya potensi konflik dan tidak konflik atau karena adanya tekanan, terlebih lagi Pak Kapolda dihadapkan pada situasi bahwa Pemda Lombok Tengah telah mengeluarkan izin dari acara tersebut, "ya kita semua harus menerimanya" sebab kita juga harus memikirkan, bagaimana kalau nantinya ada yang akan menggelar aksi serupa karena tabligh akbar itu dibatalkan? Repot itu, ditengah situasi secara nasional keadaan islam dan ulama kita hari ini yang seakan-akan dipojokkan seperti pernyataan Din Syamsudin beberapa hari yang lalu, jadi Naluri intuitif kapolda sangat baik dan menurut saya sudah benar apa yang disampaikan beliau bahwa "tabligh itu tidak bisa dilarang. Semua orang punya hak."jelasnya
Sebaliknya saya Justru menyayangkan adanya pihak yang mengatas namakan pancasila dan undang-undang untuk menghilangkan hak orang lain, itu kan pemikiran yang kontradiktif sambung nya,

Sekarang tinggal bagaimana Panitia Tabligh Akbar mempersiapkan acara tersebut dengan baik terutama berkoordinasi dengan semua pihak. Dan diakui nya memang benar semalam beliau (Ketua Panitia) menelpon  untuk berkoordinasi dan meminta  dan kawan-kawan untuk tetap tenang menghadapi persoalan ini sembari mengingatkan akan warisan Rasulullah SAW akan pentingnya persatuan ummat sebagai salah satu prinsip terbesar agama islam, jadi tidak perlu ribut-ribut dan terpancing menuju perpecahan dengan adanya penolakan dari pihak lain.

Perlu kita pertimbangkan bahwa, begitu banyak juga yang mengharapkan kedatangan (HRS dan Rombongan) jadi hemat saya solusi atau jalan tengahnya adalah jika ada ormas dan organisasi pergerakan yang menolak kedatangan HRS, maka silahkan mereka mengeluarkan fatwa atau sejenis maklumat untuk jamaah dan anggotanya, seperti larangan shalat jum'at di jalan raya waktu aksi bela islam di jakarta. itu win-win solutions menurut saya.
Terima Kasih,
Dian Sandi Utama - Ketua PW NTB Pemuda Muslimin Indonesia
(Rois)

0 komentar:

Posting Komentar