Tega "Lagi -Lagi Bayi Dibuang Orang Tua nya Diselokan,


journalntb.com
Munirim 40 tahun warga Kampung Batu Tapel Dusun Bat Rurung Desa Barejulat Kecamatan Jonggat Lombok Tengah, orang pertama kali yang menemukan bayi laki-laki yang sudah tak bernyawa ini.

Awalnya Inaq Munirim tertarik dengan karung masih baru yang tersangkut di selokan yang ada di kampung tersebut sekitar pukul 06.00 wita, Sabtu 21/1/2017 saat ia hendak kadak hajat.

"Saya tertarik sama karungnya yang masih baru. Makanya saya ambil, tapi setelah saya angkat karungnya, ternyata keluar bayi dari dalam karung itu yang masih lengkap dengan tali pusar dan ari-arinya,"Tuturnya.

Kaget, Munirim kemudian memanggil warga lainya yakni Amaq Janah 60 tahun dan kemudian mengangkat bayi tak berdosa tersebut dan membawanya ke pelataran rumah salah seorang warga setempat bernama Serok 45 tahun.

Kabar penemuan mayat bayi inipun sontak membuat warga sekitar jadi ramai dan berduyun-duyun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Saya coba lihat mayat bayi ini, ternyata ada luka dilehernya seperti sudah disembelih dan juga diperut bagian kananya luka robek hingga terlihat isi dalam perutnya,"Ungkap amaq Janah.

Warga lain bersama Bhabinkamtibmas setempat, melakukan penelusuran ke hulu selokan tersebut. Dan ditemukan bekas darah dan sandal  disekitar hulu selokan yang diduga tempat awal bayi itu dibuang dan hanyut ke Kampung Batu Tapel.
Jarak antara lokasi ditemukanya bayi dan lokasi yang diduga sebagai tempat dibuangnya bayi itu sekitar 1 km dengan kondisi air selokan yang deras dan besar.

"Kita menemukan sandal warna biru yang dipenuhi darah dipinggir selokan di Kampung Kesamplah dekat santren disana. Ada ceceran darah dipinggir selokan itu,"Ungkap Bhabinkamtibmas Barejulat, Dhamar. 
Mendengar kabar ada bayi dibuang Kapolsek Jonggat, Iptu. I Komang Ronoka Langsung Ke TKP guna memberikan
Arahan Ke Warga Soal Penemuan Mayat Bayi

Didampingi Kades Barejulat, Sujiran Aprianta, Kadus Bat Rurung, Sujudin dan sejumlah tokoh setempat,  langsung memberikan arahan terkait penemuan mayat bayi laki-laki yang didiuga masih berumur 0 hari tersebut

Kapolsek mengatakan, mayat bayi itu dibawa terlebih dahulu ke Puskesmas Puyung untuk diotopsi. Setelah itu, barulah proses pemakaman dilakukan oleh warga dan dimakamkan dipemakaman umum Desa Barejulat. "Warga disekitar TKP meminta agar mayat bayi ini dimakamkan dan proses pemakamanya dilakukan oleh mereka. Kita senang dengan keinginan dan kepedulian warga ini,"Kata Kapolsek.

Penyelidikan mengenai siapa pelaku pembuang dan dugaan pembunuhan bayi itu akan dilakukan oleh pihak Mapolsek Jonggat. Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk memberikan informasi terkait penemuan mayat bayi tersebut. Ditanya mengenai adanya dugaan, kalau bayi itu dibuang ditempat lain dan hanyut ke Kampung Batu Tapel, Kapolsek nyatakan, semua kemungkinan bisa terjadi. 
Bayi laki-laki tak bernyawa yang  ditemukan warga di Kampung Batu Tapel Dusun Bat Rurung  tersebut   kini diputuskan menjadi anak angkat salah seorang warga setempat bernama Amaq Janah.

Keputusan itu diambil setelah adanya musyawarah antara pihak kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat. Dengan demikian, Amaq Janah bersama masyarakat setempat, siap melakukan prosesi pemakaman terhadap mayat bayi laki-laki yang diberi nama oleh warga, Muhammad Takdir  tersebut.

"Kepada marbot masjid dan santren, bisa umumkan untuk melayat kerumah duka. Dan tahlilan akan dilakukan dirumah saya sesuai dengan ajaran agama islam,"Kata Amaq Janah.

Disejumlah santren di Desa Barejulat, berita duka disampaikan melalui pengeras suara dan menyebut kalau yang meninggal dunia adalah anak angkat Amaq Janah.
(Rois)

0 komentar:

Posting Komentar