JENDRAL PUTRA DAERAH LOMBOK NTB YANG TERLUPAKAN,

journalntb.com
Lagi hangat dipostingan media sosial dan jadi perbincangan masyarakat Lombok NTB saat ini,terkait cerita dari beberapa sumber yang mengatakan putra daerah pahlawan nasional yang boleh dikatakan terlupakan baik di tengah masyarakat juga sejarah secara nasional,
Pertanyaan dari segenap masyarakat apa benar poto yanga ada berasam panglima besar jendral sudirman adalah putra daerah asli Lombok NTB? atau sekedar hisapan jempol semata,digali dari beberapa sumber didapati salah satu pasukan yang ada poto jendral sudirman yang sedang ditandu itu adalah putra Lombok,bila itu benar ada nya pemerintah harus mengambil satu kebijakan dan mengumumkan secara nasional agar putra putri Lombok dan.indonesia umum nya mengenal sesungguh nya ada putra daerah kebanggan bumi Lombok jadi pejuang kemerdekaan dan pernah bersama sang panglima besar Sudirman,
Mari kita baca cerita dibawah untuk kemudian kita sama sama cari kebenaran nya,

Foto Gerilya Jenderal Sudirman inilah yang paling populer dari seluruh foto gerilya beliau. Namun jarang sekali yang memperhatikan sosok yang selalu ada disisi Panglima Besar, identik dengan baret hitam & menenteng senapan M1 Carbine itu.
Bahkan ada beberapa komumitas diskusi di webmedia yang mengatakan "Si Mata Elang" yang ganteng mirip bule tersebut adalah salah satu tentara desertir Belanda yang membelot menjadi Patriot Republik, seperti halnya Rokus Bernardus Visser (Mochamad Idjon Djanbi) ataupun Haji Johannes Cornelis Princen (Poncke Princen).
..............................................................................
Mungkin sedikit yang tahu bahwa dia adalah Letkol. Suadi Suromihardjo, Komandan Kawal Gerilya Sang Panglima Besar, seorang patriot sejati yang menyimpan cerita ketidakadilan rezim orde baru serta penghapusan sejarah terhadapnya, salah satu putera terbaik bangsa, yang seharusnya bisa menjadikannya kebanggaan sebagai Putera Lombok, tanah kelahiran saya.
Pejuang kemerdekaan ini memiliki prestasi yang cukup mentereng sebagai komandan pasukan, bertempur di Palagan Ambarawa, menjadi atasan patriot sekaliber Suharto & Slamet Rijadi, Komandan Kawal Gerilya Jenderal Sudirman pada Agresi Militer Belanda II & Komandan Kontingen Garuda I di Mesir.
..............................................................................
Tapi prestasi itu semua seakan musnah saat patriot ini harus menanggung beban sejarah & rezim kekuasaan dikarenakan beliau bertanggung jawab saat banyak anggota Pasukan Panembahan Senopati menjadi simpatisan FDR (pada saat itu hampir semua kesatuan tentara berafiliasi politik) dan itupun sebenarnya telah dinetralisir hingga tidak terlibat pada Peristiwa PKI 1948 Madiun.
Hingga setelah peristiwa G30S/PKI 1965 Suharto ternyata masih belum bisa menyentuhnya apalagi memenjarakannya, melainkan hanya bisa mematikan karir mantan komandannya yang tangguh ini, sama seperti beberapa patriot lain yang Pro Sukarno namun tak sejalan dengan Suharto.
Beliau di"asingkan"kan sebagai Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia.
Begitu sistematisnya pengingkaran terhadap sejarah ini, sampai2 figur Letkol. Suadi Suromihardjo tidak ditampilkan sama sekali dalam Cinema Film Jenderal Soedirman, sangat bertolak belakang dengan kenyataan sejarah yang sesungguhnya.
..............................................................................
Berikut karir Suadi Suromihardjo yang saya rangkum dari berbagai sumber :
6 Mei 1921 : Lahir di Lombok, NTB
1945 : Letkol - Komandan Divisi X TKR Surakarta bersama Letkol Sunarto Kusumodiharjo.
1946 : Komandan Resimen 26 TRI / Divisi IV Panembahan Senopati Surakarta.
1948 : Komandan Brigade V / Komando Pertempuran Panembahan Senopati Surakarta.
1948 : Komandan Kawal Gerilya Jenderal Sudirman Agresi Militer Belanda II.
1953 : Letkol - Panglima Wilayah III / TT VI Kalimantan.
1954 : Letkol - Komandan Resimen 23 Parepare / TT VII Indonesia Timur.
1957 : Letkol - Komandan Pasukan Perdamaian Kontingen Garuda (KONGA) I Mesir.
1959 : Kolonel - Komandan SESKOAD.
1961 : Brigjen - Duta Besar Indonesia untuk Australia.
- - - - : Mayor Jenderal
- - - - : Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia.
16 November 1996 : Wafat di Jakarta.
..............................................................................
Ada beberapa foto yang saya sunting dari berbagai media dengan caption yang saya fokuskan ke beliau.
Dan saya sertakan dibawah adalah link dimana seorang sejarawan menyentil ketidakadilan sejarah pada Film Jenderal Soedirman, dimana eksistensi beliau dihilangkan dengan sengaja.
http://m.jpnn.com/news/ssstahli-sejarah-zaman-perang-anggap-film-jenderal-soedirman-tidak-fair
*Jenderal Suadi Suromihardjo, patriot yang terlupakan*
(Rois)

0 komentar:

Posting Komentar