Kerusuhan Di Depan BIL mulai Melunak Karna Ada nya Srikandi Cantik,


Praya –journalntb.com
sengketa tanah yang melibatkan satu keluarga yang memperebutkan harta warisan di Desa Ketara, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah makin memanas ketika memasuki puncaknya dengan melakukan pembacaan putusan eksekusi lahan oleh panitera Pengadilan Agama Praya, Rabu (23/08).

Berbagai upaya penolakan coba dilakukan oleh pihak termohon, salah satunya dengan melakukan penghadangan yang melibatkan sekitar 50 orang massa lengkap dengan Bambu Runcing, Tombak dan senjata tajam lainnya. Beruntung aksi dapat diredam dengan cepat untuk menghindari bentrokan antara massa termohon dan pemohon ataupun massa keduanya dengan aparatur negara yang terlibat dalam pelaksanaan eksekusi.

Rahasianya adalah perjuangan yang ulet disertai sifat sabar dan humanis dari sisi pengamanan dengan membuat polwan sebagai garda terdepan. Siapa sangka munculnya srikandi-srikandi cantik ini mampu meluluhkan hati massa termohon sehingga bisa menerima keputusan Hakim Pengadilan Agama untuk melakukan eksekusi. Bahkan akibat insiden ini Polisi yang hadir dan para simpatisan sempat bercanda dan seruput kopi bersama.

"kami membuat formasi yang mengedepankan polwan sebagai garda terdepan yang berfungsi sebagai negosiator serta pemberi kesan humanis," ujar Kepala Kepolisian Resor Lombok Tengah AKBP Kholilul Rochman SH SIK MH.

Situasi Panas Jelang Pembacaan Putusan Eksekusi
Situasi Panas Jelang Pembacaan Putusan Eksekusi

Eksekusi yang dimulai sejak pukul 08.00 wita ini akhirnya dapat usai tepat pukul 18.00 wita dengan suasana yang kondusif. Walaupun insiden ini sempat diwarnai dengan aksi saling sabet dengan senjata tajam antara seorang simpatisan dari termohon dan pemohon eksekusi yang mengakibatkan salah satunya terluka yang langsung di larikan ke Rumah Sakit Umum Praya.

"yang luka-luka 1 orang terkena sabetan senjata tajam, selebihnya kondusif. Tapi kita akan tetap tindak lanjut 6 terduga pelaku yang membuat jatuhnya satu korban ini," terangnya.

Penulis : Rozian

0 komentar:

Posting Komentar