Fatayat Harus Ikut Andil Dalam Sukseskan Pendidikan

MOJOKERTO,  Fatayat harus bisa menciptakan suasana Jawa Timur adem, sekaligus  ikut  andil dalam mensukseskan pendidikan  di Jawa Timur. Mengapa? Sebab, pendidikan sangat penting untuk dapat merubah kehidupan di masyarakat selain agama.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf yang lebih  akrap dipanggil Gus Ipul, saat memberikan pengarahan pada acara Diba' Kobro Fatayat NU se Kab. Mojokerto Dalam Safari Qur'ban dan Seminar Parenting " 1 Menit menjadi Bunda Penuh Cinta" bersama Ustadz Shiddiq Baihaqi,  di SD Islam Al-Akbar Ds. Pacing, Kec. Bangsal Kab. Mojokerto, Minggu (3/9) siang.

Gus Ipul mengatakan, Fatayat mempunyai kegiatan yang sangat positif yaitu setiap tiga bulan sekali mengadakan kegiatan Diba' Kubro yang berarti kegiatan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang terus menerus dilakukan secara serentak dan bersama-sama dengan jumlah pesertanya sangat banyak. Kegiatan yang baik inilah yang dapat menciptakan dan menjadikan suasana Jatim menjadi adem, dingin, tenang dan tentram.

Kalau Fatayat, sudah bisa mencipatakan suasa adem dan tentram bagi kita semua.  Maka, ada satu lagi tugas Fatayat yang harus dilakukan yaitu ikut andil dalam mensukseskan program pendidikan di Jatim. Karena pemerintah tidak mungkin bisa mengatasi semua program kalau tidak ada uluran tangan atau bantuan dari  lembaga atau organisasi masyarakat yang ikut dalam menyelesaikan pelaksanaan program – program yang telah dibuat, utamanya program pendidikan.

" Masalah pendidikan merupakan masalah yang sangat krusial bagi generasi masa depan. Kalau ingin ada perubahan dan kesejahteraan masyarakat meningkat  serta jauh lebih baik dari sekarang. Maka, program pendidikan harus benar-benar diperhatikan dan diselesaikan dengan baik," tegasnya.

Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang, karena dengan pendidikan maka kualitas SDM menjadi lebih baik. Otomatis, dengan SDM berkualitas maka kesejahteraannyapun bisa terangkat karena pekerjaan yang mereka dapatkan juga jauh lebih bagus dan income atau gajinyapun bisa terjamin.

Untuk itu, lanjutnya, Fatayat harus mempersiapkan pendidikan anak sebagai generasi  emas  yang mampu bertarung di era global atau era IT,  diuulai dari kandungan atau perut. Caranya, saat bayi di perut Ibu hamil harus makan dengan cukup asupan yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Begitu juga setelah melahirkan, bayi yang telah keluar dari perut ibu harus benar-benar diperhatikan kesehatannya dan asupannya. Yaitu ASI sebagai nutrisi bayi nomer satu, maka makanan ibu harus memenuhi syarat untuk kualitas ASI.

Sebab, dengan ASI yang berkualitas, maka kesehatan dan kecerdasan anak bisa tumbuh kembang dengan baik dan sempurna. Sehingga, setelah besar dia bisa tumbuh  dengan kuliatas yang sangat prima dan mampu bertarung di era global. " Karena bagaimanapun pendidikan keluarga menjadi sangat penting, dan fatayat ikut andil dalam suksesnya pendidikan," jelas  Gus Ipul.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gus Ipul menambahkan, hidup bisa sukses kalau didukung dengan Duit. Kepanjangan dari Duit adalah D- adalah doa, apapun yang akan dilakukan dalam kehidupan harus diawali dengan doa agar bisa terlaksana dan tercapai keinginannya. Yang kedua, huruf U- adalah usaha- kalau sudah berdoa maka langkah selanjutnya  adalah usaha atau berusaha. Karena dengan doa dan terus berusaha, maka apapun yang dilakukan dan dikerjakan akan bisa berhasil meskipun tidak seketika tapi membutuhkan waktu.

Dan yang ketiga adalah huruf I, adalah ihtiar dan ikhlas dalam ber-doa dan berusaha serta tidak mudah patah semangat. Dengan berdoa dan berusha terus menerus, maka Allah pasti mengabulkan semua doa dan usahanya. Setelah berdoa, berusaha dan ikhtiar, yang terakhir adalah  huruf T, yaitu tawakal  kepada Allah, percaya bahwa Allah pasti mendengarkan doa, dan usaha yang telah dilakukan terus menerus tanpa lelah maka allah akan mengabulkan semua doa hambanya yang tawakal.

Diba' Kobro dan Seminar Parenting " 1 menit menjadi Bunda Penuh Cinta" Fatayat NU se Kab. Mojokerto ini diikuti sekitar 2000 fatayat dari 18 kecamatan  se Kab. Mojokerto dengan  dipandu Ustadz Shiddiq Baihaqi. Ikut hadir dalam acara ini  selain dihadiri Forpimda kab. Mojokerto juga ikut hadir Ketua Fatayat Jatim, Ketua Fatayat Kab. Mojokerto dan kec. Bangsal serta ketua PC. NU Kab. Mojokerto. ( rr).

0 komentar:

Posting Komentar