"Penempatan Kantor Desa Prako Telah Ditetapkan Di Dusun Sayang,Hasil Kesepakatan Mayoritas Masyarakat"

PRAYA-Lokasi pembangunan kantor desa persiapan Perako, Janapria Lombok Tengeh (Loteng) dipersoalkan oleh beberapa warga, Warga menolak pembangunannya di Dusun Sayang, sebagaimana rekomendasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) setempat. Kecuali, di Dusun Perako saja.

"Karena, dalam proposal pengusulan pemekarannya, kami cantumkan nama Dusun Perako. Bukan yang lain," tekan salah satu tokoh masyarakat desa setempat Kumpul Ramen, kemarin (2/10) saat menggelar hearing di Gedung DPRD Loteng.

Kumpul Ramen tidak ingin, Pemkab mengintervensi terlalu jauh kebijakan desa. Apalagi, penentuan lokasi pembangunan kantor desa sudah disepakati, melalui musyawarah desa.

Keputusan itu pun, beber Ramen tertuang dalam berita acara kesepakatan, yang ditandatangani oleh sejumlah tokoh masyarakat. Di dalamnya terdapat juga kesepakatan batas desa, profil desa, pembagian jumlah dusun dan penduduk desa, hingga pembagian aset desa.

"Sekarang tergantung Pemkab, apakah mendengar diri sendiri atau kami," sambung tokoh pemuda desa setempat Kamarudin.
kata oknum yang mengatas namakan masyarakat,

Menanggapi tentang itu kepala desa Loang maka Maarijono mengatakan Semua Telah mengikuti prosudur dan telah pun melalui rapat baik didesa dan kecamatan, hasil Dari kesepaktan itulah yang menghasilkan tempat yang setrategis terang nya, bagi kades tempat itu cocok dan telah disepakati oleh delapan kadus dan juga tokoh tokoh,

"Saya tidak mau ada yang mengatas nama kan masyarkat padahal yang tidak terima Kesepakatan ini  cuma oknum yg tidak puas kalu masyarkat 95% setuju kantor desa nya ditengah ya itu dusun sayang, terang nya
ini telah memenuhi persaratan dan hasil dari kesepakatan bersama,beber nya kalau ada pihak yang mengatas nama kan masyarakat itu bohong besar tegas nya,

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PMD Lalu Jalaludin menjelaskan, Desa Loangmaka sendiri mekar menjadi dua desa. Meliputi, desa persiapan Perako dan desa persiapan Tibu Sisok. Dari 15 desa persiapan yang ada, desa persiapan Perako yang masih menyisakan persoalan. "Warganya terpecah dua blok," sindirnya.

Warga di Dusun Sayang, beber Jalaludin menginginkan pusat pemerintahan desa, berada di dusunnya. Alasannya, karena faktor jumlah penduduk, luas wilayah dan jumlah dusun. Di tempat itu, terdapat tujuh dusun, dengan 1.350 kepala keluarga (KK). Sedangkan, di Dusun Perako, hanya tiga dusun saja.

Di satu sisi, kata Jalaludin warga Dusun Perako menolak. Dinas PMD, pemerintah kecamatan dan desa pun, sudah berkali-kali memediasi. Namun, tidak ada titik temu. "Sehingga, kami membentuk tim," ujarnya.

Tim tersebut, lanjutnya mengeluarkan rekomendasi berdasarkan pendekatan geografis dan sosiologis. Itu artinya, lokasi pembangunan mau tidak mau di Dusun Sayang.

"Kalau masih berdebat di tempat ini, maka sebaiknya kita mengacu pada aturan saja," cetus Ketua DPRD Loteng H Puaddi FT.

Adik Bupati HM Suhaili FT itu pun mengusulkan, agar dilakukan kajian ulang, baik secara akademis maupun yuridis. "Kami mohon, tetap jaga perdamaian," seru politisi Golkar tersebut.

Terpisah menanggapi apa yang dikatakan ketua DPRD  Lombok tengah tokoh  masayarakat  dari 7 dusun meminta agar Ketua DPRD Puaddi FT jangan cuma dengar satu pihak  saja coba turun ke masyarakat yang jumlah nya ribuan orang agar beliau tau kebenaran nya,sejati nya masyarakat banyak mau nya didusun sayang kata salah satu tokoh pemantek Sahnun Kalam SH dan para kepala dusun nya, Di Tempat itu,

(Rois)

0 komentar:

Posting Komentar