PMII MENGGELAR DIALOG KEBANGSAAN

JournalNTB
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Lombok Timur menggelar Dialog Kebangsaan dalam rangka menyambut Momentum Sumpah Pemuda yang dilakukan pada Selasa, 17 Oktober 2017 di Aula Perpustakaan dan Kearsipan daerah Kabupaten Lombok Timur.

Adapun Dialog ini dihadiri oleh Kaban Kesbangpoldagri Kabupaten Lombok Timur (Sudirman, S.Sos), Kasdim 1615 Lombok Timur (Edi Gustaman), Asisten I Bupati Lombok Timur (Hanuddin), Ketua I PKC PMII Nusa Tenggara Barat (Suriadi,M.EI), mahasiswa/wi dari utusan kampus se-Lombok Timur, dan Santri/ti Se-Lombok Timur. 
Peserta yang hadir 100 orang dan sangat antusias dalam mengikuti setiap sesi pada agenda diskusi kebangsaan ini.

Tema kegiatan dialog kebangsaan ini ialah "momentum sumpah pemuda : Meningkatkan Semangat Nasionalisme Kalangan Santri Dan Pemuda Untuk Menjaga Keutuhan NKRI dari pengaruh Radikalisme-Terorisme".

Ketua panitia (Sahabat Sahrul Hirwan) menerangkan bahwa pentingnnya meningkatkan semangat Nasionalisme, semangat ini sudah mulai runtuh dikarenakan banyaknya alira-aliran yang mencoba merong-rong idologi Negara kita yaitu Pancasila.

Pemuda dan santri perlu diberikan stimulasi supaya tidak tergerus pada aliran-aliran yang tidak sesuai dengan idiolgi bangsa atau radikal, sambungnya (sahrul).

Sementara itu, Ketua Cabang PMII Lotim (Ll Jayani Rangga Anom Putra) menjelaskan, PMII sebagai garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI, karena NKRI ini sudah Final tidak lagi dijadikan komplik-komplik yang mengatasnamakan Agama.

dan perlu suport dari pemerintah terhadap aggenda-agenda kepemudahan yang bertujuan baik untuk memberikan pengajaran tentang pentingnnya menjaga NKRI ini. sambungnya (rangga).

Dalam sambutan yang lain yang sekaligus membuka acara atas nama pemerintah kabupaten Lombok Timur, Asisten I (Hanuddin) Mengapresiasi dan bertrima kasih kepada PMII yang telah dan masih peduli pada pembelajaran Pilar-Pilar kebangsaan kita. yang makin hari makin terkikis yang dikarenakan arus globalisasi. dan PMII hadir mengingatkan kita akan pentingnya prihal tersebut.

Empat pilar kebangsaan, Pancasila , UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika harus tetap tertanam pada jiwa-jiwa setiap warga Negara, lanjutnya (Hanuddin).

0 komentar:

Posting Komentar