Trauma Healing, Menjadi Prioritas Bagi Korban Gempa

JournalNTB.com, Lombok Barat - Pasca peralihan status dari masa tanggap darurat ke masa transisi pemulihan pasca bencana gempa bumi, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) semakin intensif memberi pelayanan kepada para pengungsi. 

Selain terkonsentrasi melayani di posko-posko yang ada, mereka juga langsung turun membawa bantuan atau menyelenggarakan kegiatan trauma healing dan konseling kepada para pengungsi. 

OPD yang tergerak mengawali adalah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lobar. OPD besutan Hj. Lale Prayatni ini mengunjungi pengungsi di kamp Dusun Salut Desa Selat, kemudian bergeser ke Dusun Karang Anyar Desa Grimak Indah Kecamatan Narmada, Selasa (28/08) dengan membawa nasi bungkus siap santap 300 bungkus, kue kering, dan beberapa logistik lainnya. 

Kegiatan dilanjutkan kembali hari ini, Rabu (29/08) dengan kembali menyisir wilayah Kecamatan Narmada. 

Kepala Bidang Pelayanan, Jamaluddin yang kali ini memimpin jajaran Bapenda Lobar menuju Desa Narmada, tepatnya di Dusun Batu Kantar dengan membawa nasi bungkus dan mainan anak-anak berupa boneka dan buku-buku bacaan. 

Menurut Hj. Lale Prayatni,
"rata-rata kebutuhan di setiap pengungsian adalah terpal, selimut, pampers bayi, sembako, dan obat-obatan,".

Lale pun menambahkan. 
"Saat ini para pengungsi sudah mulai terserang banyak penyakit. Mereka sudah ada yang batuk pilek, demam, dan gatal-gatal," tutur Lale. 

Untuk kebutuhan tersebut, Lale mengaku mendapat dukungan dari Tim Relawan yang berasal dari Manado Sulawesi Utara. 

Selain memberikan bantuan, tim Bapenda Lobar pun memberikan trauma healing kepada anak-anak. Mereka membaur dan mengajak anak-anak pengungsi untuk bermain dan bercanda sehingga anak-anak tersebut bisa melupakan sejenak trauma mereka terhadap gempa dan kondisi rumah mereka yang rusak parah.

Bersamaan dengan Bapenda, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Lobar serta Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Lobar pun tidak mau kalah dalam memberi sentuhan ke para pengungsi.

Dua OPD itu memilih kegiatan trauma healing kepada anak-anak, baik dengan melibatkan para pustakawan yang memberikan telling story (membacakan cerita) maupun kegiatan bermain dengan melibatkan Forum Anak Lobar.

Berbeda halnya dengan Kantor Camat Lingsar. OPD yang langsung bersentuhan dengan masyarakat itu memilih pementasan hadrah sebagai trauma healing. 

Bersama majilis zikir Hubburrasul Dusun Gegerung Bantek, Camat Lingsar mendampingi kegiatan traum healing dengan nuansa seni religius yang sangat kental.(lalu)

0 komentar:

Posting Komentar