Kehadiran Jokowi Bisa Memberi Trauma Healing Pada Warga Lombok

JournalNTB.com, Lombok Barat - Kedatangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo disambut gembira oleh Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid. Apalagi Jokowi direncanakan tidak hanya datang menengok para pengungsi, namun membaur untuk menonton Ceremony Penutupan Asian Games XVIII di Kamp Pengungsian Kantor Camat Gunung Sari. 

Saat ditemui di kediaman pribadinya di Desa Sandik Batulayar, Ahad (2/09), Fauzan berharap agar kegiatan RI 1 itu menjadi penghibur bagi para pengungsi. 

"Saya berharap Pak Presiden memberikan penguatan mental atau Trauma Healing kepada warga kami yang mengungsi," ujar Fauzan. 

Ia sendiri mengaku sudah meminta semua tokoh agama atau tuan guru untuk ikut aktif menggelar kegiatan keagamaan sebagai salah satu bentuk penanganan trauma kepada para pengungsi. 

"Di hampir semua pos pengungsian ada masjid dan mushalla darurat yang bisa mereka manfaatkan," tambah Fauzan. 

Menurutnya, saat ini selain logistik, terpal, dan selimut, para pengungsi sangat membutuhkan trauma healing. 

"Saya bersyukur sudah banyak relawan yang tergerak melakukan trauma healing," papar Fauzan sambil menuturkan bahwa jajarannya di ASN pun ia kerahkan untuk melakukan hal tersebut. 

Bagi Fauzan, kondisi inilah yang terberat di wilayahnya. Sampai dengan saat ini, lebih dari 178 ribu warga Lobar mengungsi. Hal itu, menurut Fauzan, lebih banyak karena mereka masih trauma.

"Untuk itu saya terus menghimbau agar warga yang rumahnya tidak rusak atau hanya rusak ringan, silahkan kembali ke rumah masing-masing," pungkas Fauzan. 

Sampai dengan saat ini, menurut data Pos Komando Utama Transisi Pemulihan Lobar, runtutan gempa sejak 5 Agustus lalu telah mengakibatkan 51 orang meninggal, 258 orang luka berat, dan 701 orang luka ringan.

Sedangkan untuk kerusakan, 57.614 rumah rusak yang terjadi bagi menjadi rusak berat sebanyak 23.007 rumah, 14.820 rusak sedang, dan 19.787 rusak ringan.

Gempa itu pun telah merusak 108 tempat ibadah, 84 fasilitas kesehatan, 294 sekolah/ madrasah,  7 jembatan, paling sedikit 1,600 meter jalan raya, 26 kantor pemerintahan, dan 294 toko/ kios. 

Untuk perbaikan rumah, direncanakan oleh Jokowi akan melaunching rehabilitasinya, Lobar pun sudah melakukan verifikasi dan validasi. 

Sampai dengan saat ini, dari 57 ribu lebih rumah rusak, baru 21.609 rumah atau 37,8% yang terverifikasi.
Penyebarannya adalah 5.226 rumah rusak berat, 4.549 rusak sedang, dan 11.834 rusak ringan.(lalu)

0 komentar:

Posting Komentar