Kisruh Pergantian Nama Bandara LIA Menjadi ZAMIA

Journal NTB Lombok Tengah :Menyikapi kisruh pergantian Nama Bandara LIA Menjadi ZAMIA Sesuai Dengan SK kemenhub no 1421 tgl 5 September 2018 LSM.KASTA NTB Meminta semua Pihak menahan diri untuk tidak melakukan langkah Langkah Provokatif, Baik berupa pernyataan maupun Aksi Mobilisasi massa dalam jumlah besar karena berpotensi menyebabkan konflik dan bentrokan fisik dua kelompok pendukung pro dan kontra di tengah masyarakat. 
Elit elit politik maupun pemuka agama hendaknya bisa menahan diri untuk tidak berstatemen apalagi melakukan mobilisasi pendukung masing masing untuk ekspresif menyatakan menolak atau mendukung dengan cara turun ke jalan atau ke lokasi bandara tegas sekjen KASTA NTB Bambang heri. "Kita menghimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak justru makin membuka peluang bentrok fisik jika pengerahan massa dipaksakan dilakukan Kata Bams Heri Sapaan Pria asal Pringgarata ini.

KASTA NTB meminta semua pihak mengedepankan penyelesaian melalui mekanisme aturan dan perundang undangan yg berlaku serta mengedepankan pola komunikasi yang baik melalui musyawarah mufakat. KASTA NTB  sudah bersurat ke komisi V DPR RI  untuk meggagendakan pertemuan dengan menghadirkan semua pihak yang terlibat dalam kisruh pergantian nama bandara tersebut antar lain menteri perhubungan, gubernur NTB,.pimpinan DPRD NTB, Bupati dan Pimpinan DPRD lombok tengah, manajemen Angkasa Pura serta pimpinan ormas Majelis Adat Sasak. Di harapkan dalam pertemuan yang di inisiasi KASTA NTB tersebut semua pihak bisa mencari formulasi penyelesaian yang final, komprehensif dan diterima semua pihak, semoga pertemuan tersebut segera dilaksanakan kata sekjen KASTA NTB menutup press release nya.

0 komentar:

Posting Komentar