Pasca Gempa, Sejumlah Guru Non PNS Di Sebar Ke Sejumlah Sekolah


JournalNTB.com, Giri Menang -- Didampingi oleh Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi NTB, Ali Rahim, Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid  melepas 54 orang guru yang peduli terhadap dampak bencana gempa bumi. Mereka adalah Guru Tetap Daerah (non PNS, red) Lobar yang tergabung dalam Guru Relawan Bencana Lombok. Pelepasan mereka dilakukan di Halaman Rumah Dinas Bupati (Pendopo), Jum'at (7/09). 

Sesaat sebelum dimulai, Ali Rahim memastikan bahwa 54 orang guru tersebut adalah para guru non PNS yang bertugas di wilayah Lobar dan ingin mendedikasikan ilmunya khusus untuk anak-anak sekolah korban gempa.

"Kita (PGRI, red) yang merekrut mereka berdasarkan kepedulian dan kesukarelaan mereka. Tidak ada gaji yang disiapkan, tapi kita menyiapkan uang transport saja," tutur Ali yang akan demisioner beberapa waktu lagi. 

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid menyambut baik kelompok guru yang ingin mendedikasikan hidupnya kepada para anak-anak sekolah yang menjadi korban gempa. 

"Saya sangat bangga dengan kebersamaan yang para guru tunjukkan. Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan jika kita terus bersama," sambutnya dengan wajah berseri. 

54 orang guru tersebut terbagi dalam 9 regu yang akan bertugas mengajar di 4 Kecamatan di Lobar dan sebagian lainnya juga bertugas di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Menurut pengakuan koordinatornya, Taufikurrahman, mereka pun telah diberikan training untuk memberi trauma healing ke anak-anak sekolah. 

Guru tidak Tetap di SDN 2 Gerung Selatan itu menjelaskan,

"Kita hanya bertugas sekali dalam seminggu. Itu pun hanya sehari saja dalam seminggu. Jadi tidak mengganggu tugas pokok di sekolah asal," papar Taufik yang juga merupakan Ketua Asosiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer NTB. 

Taufik menambahkan, dari 54 orang ada 4 orang guru SMA, sisanya yang terbanyak adalah guru SD dan SMP. 

Untuk diketahui, jumlah sekolah di Lobar yang terdampak oleh bancana Gemp bumi itu adalah sebanyak 158 sekokah tingkat SD dan 37 tingkat SMP. Sebagian dari sekolah-sekolah tersebut mengalami Rusak Ringan, namun sebagian besarnya adalah rusak sedang sampai berat. Sedangkan untuk SMA/ SMK, sampai saat ini data kerusakan masih tersimpan rapi di Pemerintah Provinsi NTB. 

"Sebagian besar sekolah yang rusak sedang sampai berat, terpaksa harus di sekolah darurat," pungkas Bupati Lobar ketika mengakhiri sambutannya.(llu).

0 komentar:

Posting Komentar