SDN 2 Kekait Gunung Sari Optimis Bangkit Dari Pasca Gempa, Ini Kata Kaseknya

Journal NTB.com, Lombok Barat -- Meski Proses belajar mengajar masih di lakukan di halaman sekolah, SDN 2 Kekait Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat NTB tidak membuat halangan.

Penomena  guncangan gempa minggu 5 Agustus 2018 berkekuatan 7,0 SC tersebut meluluh lantakkan sejumlah ruangan belajar bahkan sejumlah gedung sekolah, hal tersebut tidak menyurutkan proses belajar mengajar bagi siswa - siswi dan para guru, hanya beratap terpal.

Di jelaskan H. Misbah, pasca gempa berkekuatan 7,0 SR tersebut pemda lombok barat melalui dikdas instruksikan kepada pihak sekolah untuk di liburkan semua, berhubung keadaan darurat sekolah dan murid serta guru di landa musibah, lebih memilukan lagi beberapa gedung sekolah ambruk rata dengan tanah," Hanya tiga ruangan yang tersisa selain itu semuanya hancur rata dengan tanah." Jelas H. Misbah selaku kepala sekolah setelah di sambangi JournalNTB.com, selasa.4/9.

Selain gedung sekolah hancur, fasilitas sekolah seperti buku - buku baca dan alat lainnya tertimbun rata dengan reruntuhan bangunan," Untung ada masih yang bisa di selamatkan dan kebetulan juga ruang perpustakaan dan ruang guru tidak ambruk, kalau ambruk semua ya susah." lanjutnya.

Namun dengan kejadian pasca gempa tersebut tidak menyurutkan niat, serta antusiasme, murid serta guru bahkan warga setempat untuk bangkit kembali  mendorong pihak guru guna melakukan proses belajar mengajar hal ini di buktikan dengan jumlah murid 111 ( seratus sebelas ) aktif masuk," walaupun hanya belajar di halaman sekolah serta beratap terpal." imbuhnya.

" Semenjak dikdas turun ke sekolah kami  melakukan program trauma healing tersebut kondisi murid - murid sedikit baik dan alhamdulillah sekarang sudah normal baik itu murid maupun guru, dan sekarang kita tingkatkan proses belajar mengajar agar kita tidak ketinggalan dengan sekolah - sekolah lainnya di lombok barat karena di kecamatan gunung sari ini yang sangat parah SDN 2 Kekait." sambungnya.

Dia juga berharap kepada pemerintah agar sesegera mungkin membangun gedung sekolah tersebut agar proses belajar mengajar tidak menjadi batu hambatan dan serta menjadi kenyaman bagi siswa - siswi walau pihak terkait seperti pemerintah pusat ( PKPU ), melalui Dikdas lombok barat telah membuat gedung sementara dari rangka baja  berdinding kasyibout sejumlah tiga lokal.

" Namun kita tetap kekurangan ruang belajar walaupun ruangan yang masih tiga lokal sekarang ini ada, kita tidak berani masuk soalnya sudah retak - retak semua, namun alhamdulillah pemerintah sigap dalam menangani sekolah kami." Jelasnya.(lalu).

0 komentar:

Posting Komentar