Warga Mekar Sari Mendatangi Kantor Bupati

Journal NTB PRAYA : Puluhan warga menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Lombok Tengah,NTB pada Jumat (21/9). Mereka adalah Warga Desa Mekar Sari Kecamatan Praya Barat,  warga pendukung 2 bakal calon Kepala Desa Mekar Sari yang tidak diloloskan dalam rapat pleno menjadi Calon Kepala Desa oleh Panitia Pilkades setempat, Mereka menuding Panitia Pilkades, Murakib Usman Khotib Cs melanggar aturan pilkades dengan berlaku curang pada saat verifikasi Kartu Tanda Penduduk sebagai persyaratan Calon Kades.Disebabkan Salah Satu Balon Kades Adalah Kandidat Kuat, 

Bakal Calon kepala desa Mekar Sari, Sampurna Winata meneriakkan rasa kecewa oleh ulah Panitia Pilkades.

" Saya sebagai bakal calon dizolimi oleh panita pilkades. Dari persyaratan sampai verifikasi disana muncul kemunafikan.dan banyak keganjalan" Katanya.

Tudingan kecurangan yang Itu juga disampaikan Pendemo lainnya Seperti yang disampaikan Sinanjar Dan Arya, Berawal dari cara panitia pilkades melakukan verifikasi. Dimana dalam verifikasi, disinyalir panita pilkades mengarahkan warga untuk menentukan pilihan ke calon tertentu yang ditudingnya sebagai calon boneka.Inikan sudah terlihat ada Kesengajaan Pungkasnya, 

" Orang ini tidak pernah diketahui mengumpulkan KTP, tapi dia lulus jadi calon Kan sangat mengherankan ." seru Para Pendemo yang Hadir Saat itu.

Disamping Itu Sampurna awinta Mantan Sekdes Mekar Sari  juga mengungkapkan, dirinya dalam verifikasi kedua menyerahkan kekurangan sebanyak 140 KTP dalam masa perbaikan. Dimana sebelumnya KTP yang tidak memenuhi syarat hanya 7 KTP.

" Tapi kenapa dalam pleno, KTP yang tidak menenuhi syarat saya sebanyak 228 KTP, dimana mereka  Sembunyikan KTP yang Lainnya Sehingga Mereka dapatkan seperti itu." tandasnya.

Sekitar Jam 14.00 Mereka Ditemui Oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, warga diminta untuk menunggu hasil pleno dari panitia kabupaten.

" Kami tidak punya kepentingan apapun. Jika panitia pilkades salah kita salahkan. jika panitia pilkades benar kita benarkan." Pungkasnya

Meski sudah menerima penjelasan, namun warga tetap bertahan di kantor bupati menunggu hasil pleno dan keputusan dari Panitia Kabupaten Lombok Tengah.Dan bila Calon Mereka tetap saja tidak Diluluskan oleh panitia Hal ini akan Mereka bawa ke Jenjang yang lebih tinggi Dan mengancam Akan membawa Masa yang lebih banyak, 

(rois) 

0 komentar:

Posting Komentar