Radar Mandalika Ancam Di Laporkan Masyarkat Desa Durian,


Journal NTB Lombok Tengah :Tulis Berita Bohong, Masyarakat Ancam Polisikan Koran Radar Mandalika
Masyarakat Dusun Paok Dandak Desa Durian kecamatan Janapria akan melaporkan Media Online Radar Mandalike ke polisi terkait dugaan fitnah atau berita bohong yang ditulis media ini kepada salah seorang tokoh berpengaruh mereka di Paok Dandak.

Salah seorang keluarga tokoh tersebut, Ahmad Jumaili, menjelaskan, pada hari Senin 22 Oktober 2019, Radarmandalika.com melakukan fitnah keji berupa berita bohong dengan judul sangat provokatif "Cakades diduga kampanye dimasa tenang".

Radar Mandalike menulis dibadan berita tersebut "....telah beredar undangan silaturahmi keluarga, namun dibalut dengan orasi". Padahal menurut Jumaili, pertemuan tersebut benar-benar acara keluarga yang ditujukan untuk mengklarifikasi Fitnah yang beredar terkait Pilkades.

Berita tersebut lanjut Jumaili, tidak jelas sumbernya. Bahkan, wartawan koran tersebut beropini sesat dengan menuduh ada orasi dalam acara silaturrahim tersebut.

Lebih jauh, Jumaili menduga, berita tersebut sengaja dipesan salah seorang calon kepala desa untuk kampanye hitam pada lawan politiknya dan menuduh terjadi pelanggaran kampanye dimasa tenang.

"Ini benar-benar acara silaturrahim keluarga dalam rangka klarifikasi bahkan mengundang penyelenggara pilkades, tapi di plintir dan dituduh acara kampanye" ungkapnya.

Dikatakannya, akibat berita bohong itu, masyarakat saat ini resah dan saling tuduh bahkan berpotensi menciptakan konflik.

"Bahaya sekali ini, saya khawatir akan terjadi konflik karena yang difitnah bukan tokoh sembarangan, beliau Rois Syuriah MWC NU Janapria dan juga Pengurus Majelis Ulama Kecamatan Janapria" ungkapnya.

Demi mencegah hal-hal yang tak diinginkan, Jumaili bersama masyarakat akan memproses kasus berita bohong ini ke kepolisian.

"Besok kami akan laporkan koran ini, juga orang yang disebut sebagai sumber oleh koran ini. Laporan kami pertama mereka telag menyebarkan berita bohong, kedua mencemarkan nama baik, ketiga membuat berita bohong yang berpotensi menciptakan konflik di masyarakat" pungkas Jumaili.(Suhaili) 

0 komentar:

Posting Komentar