Jazz Kemanusiaan Menggema di Pantai Senggigi

Lombok-Journalntb- Dua tahun berturut-turut beberapa seniman Lombok mengorganisir kegiatan festival jazz di Pantai Senggigi. Tahun ini pun konsep sudah disiapkan, hingga kemudian gempa mengguncang Lombok pada 29 Juli. Berturut-turut gempa besar terjadi pada 5 Agustus, 9 Agustus, dan 19 Agustus. Dampaknya pun meluas hingga Pulau Sumbawa.

Ketua Panitia Festival Jazz
(Imam Sofian) mengakui 'Para seniman, pekerja kreatif yang sejak awal menggagas event menjadi korban juga. Tapi sejak gempa pertama mereka terdepan menjadi relawan. Ada yang menyiapkan lesehannya jadi lokasi pengungsian, ada yang menyiapkan nasi bungkus, ada yang jadi tukang bangunan huntara, ada yang jadi sopir pengangkutan logistik, dan banyak peran lainnya. Saya beberapa kali ikut dengan mereka.

Selain itu, Sofian mengakui rencana event jazz sempat tertunda tapi akhirnya tetap disepakati digelar. Tapi konsepnya berbeda. Jika dulu mereka menggelar jazz murni untuk hiburan, kini mereka menggelar untuk misi kemanusiaan.

Dikesempatan yang sama, Sofian kembali jelaskan perbedaan Festival Jazz yang digelar kali ini 'Jika dulu lapak-lapak yang disiapkan untuk sponsor dan pebisnis yang mau jualan, kini lapak disiapkan untuk lembaga kemanusiaan. Ya, mereka akan membuka stand yang nantinya akan diisi oleh berbagai Lembaga Kemanusiaan, Kelompok relawan yang membantu korban gempa. Stand akan diisi oleh foto dan video kegiatan relawan, stand juga boleh untuk jualan. Jualan yang tentu saja hasilnya untuk mendanai kegiatan relawan maupun membantu para korban.

Para korban pun akan diundang khusus. Panggung utama tak hanya menjadi milik para musisi jazz. Tapi juga menjadi milik para relawan, para korban gempa, TNI, Polri, Basarnas, Brimob, BNPB dan BPBD, dan pihak terkait lainnya. Selama ini belum pernah ada acara khusus untuk mempertermukan mereka dalam suasana yang santai. Pertemuan di lapangan melulu membahas rencana rekonstruksi dan rehabilitasi pasca gempa.

Lebih lanjut, Sofian merincikan Festival Jazz yang digagas para seniman ini mengakui bahwa 'Melalui event bertajuk Sound of Humanity ini, mereka semua akan kumpul. Dihibur oleh para musisi jazz (masih dirahasiakan sama panitia) dan ajang "reuni". Belum pernah ada event khusus dimana pemerintah memberikan apresiasi pada relawan, belum ada panggung dimana tim pemerintah berbagi kisah dengan para relawan, belum ada momen para korban melihat wajah para relawan.

Para musisi jazz yang diundang pun tak melulu manggung demi mengejar bayaran. Mereka juga hadir bagian "trauma healing". Mereka hadir untuk berbagai kebahagiaan dengan para relawan dan para korban. Mereka ingin menghibur semua tim yang terjun ke lokasi bencana. Para musisi ini juga sejak awal gempa menaruh perhatian pada para korban, mereka menitipkan donasi pada para seniman yang menggagas event jazz. Kini mereka datang ke Lombok. Event jazz ini akan menjadi reuni bagi para seluruh pihak yang telah menaruh perhatian pada kemanusiaan.(Shi)

0 komentar:

Posting Komentar