Bupati Loteng Dituntut Agar Batalkan Keputusan Penutupan Tambang.

Lombok Tengah (Journal NTB) - Keputusan Bupati Lombok Tengah (Loteng) berkaitan dengan penutupan tambang emas ilegal milik masyarakat Desa Prabu, kian menuai kritikan dan penolakan. Pasalnya, keputusan yang telah diambil tersebut, tidak berimbang dan dinilai berpotensi menimbulkan konflik, serta terkesan tidak memihak terhadap kondisi perekonomian masyarakat setempat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pekembar LSM Pekembar NTB, Saidin Alfajari. Ia memaparkan, masyarakat setempat telah lama memanfaatkan potensi alam di lokasi tersebut, guna meningkatkan kondisi perekonomian yang ia ketahui, sangat memperihatinkan. Maka, satu-satunya cara yang efektif bagi masyarakat, yakni melakukan aktifitas tambang dengan pola underground, meski masih tergolong aktivitas penambangan ilegal.

"Kalau mau nutup, harus dipikir-pikir dulu, ini aneh,tiba-tiba mau nutup," keluh dia sembari menujukan rasa kekecawaan terhadap Keputusan tersebut.

Pihaknya pun menegaskan, Apabila dalam waktu dekat, Bupati Loteng masih mempertahankan keputusannya tersebut, dikhawatirkan bakal menjadi subtansi timbulnya konflik , di tengah masyarakat. Pihaknya pun mengingatkan, dalam waktu dekat, ia beserta warga desa penerima manfaat dari keberadaan tambang tersebut, akan melakukan aksi besar-besaran, sebagai bentuk penolakan serta ketidakpuasan masyarakat, terhadap keputusan Bupati Loteng.

"Nantinya akan ada aksi turun ke jalan dan aksi penghadangan jalan,"pungkasnya. (Rois Yus)

0 komentar:

Posting Komentar