Korupsi makin menjamur dari PUSAT sampai ke DESA. Penegak hukum harus didukung.



JOURNAL NTB Jakarta : Tak lepas dari perhatian semua pihak, kasus korupsi selalu menjadi perbincangan hangat para pegiat Lembaga Sosial Kemasyarakatan. Terutama di Nusa Tenggara Barat dan di Kabupaten Lombok Tengah, banyak sekali kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani oleh Penegak hukum (Polres dan Kejaksaan).
Seorang pegiat LSM yang sudah tidak asing lagi selalu mendorong kasus korupsi dari Daerah sampai ke Pusat yaitu Saidi Al Fajari menyoroti bahwa penegakan hukum tentang korupsi ini tidak boleh main-main dan dia berharap semua element masyarakat harus bekerjasama. Ucap, Saidin.

Saidin Mengatakan kalau penengak hukum bekerjasama dengan LSM, wartawan dan masyarakat pasti semua akan mudah tuntas, pungkasnya disela-sela kegiatanya pada Rakornas Perkumpulan Gerakan Kebangsaan  di Redtop Hotel Jakarta Pusat". ( Senin 11/12).

Menurut Saidin Al Fajari, hal ini harus menjadi atensi khusus masyarakat karena korupsi ini disamping merugikan keuangan Negara disisi lain juga sangat menghambat pembangunan di Negara ini. "Bayangkan saja ratusan juta bahkan milyaran uang Negara habis terkuras oleh perilaku jahat para pelaku korupsi. Sementara ditingkat bawah masyarakat menjerit bahkan untuk makan saja susah disisi lain para pejabat korup malah senang-senang dengan kemerlapnya kemewahan" Pungkasnya

Saidin menuturkan mereka  turun di hari anti korupsi kemarin untuk mengingatkan lembaga penegak hukum supaya jangan diam, bahkan Kepala Kejari Praya berkomitmen saat itu untuk segera menyelesaiakan perkara2 yang sedang berjalan, dan mereka akan terus memantau dan  terus melihat kinerja Kejaksaan,

Mereka Saat ini, para pegiat Anti Korupsi salah satunya Lembaga PEKEMBAR-NTB sedang fokus mendorong beberapa kasus korupsi yg terjadi pada Dinas/Instansi di Nusa Tenggara Barat. 
Semua kasus ini membutuhkan atensi khusus oleh penegak hukum katanya.

Dalam catatan Mereka LSM red: Di Provinsi ada kasus Pengadaan Buku oleh Departemen Agama yang harus dituntaskan. Di Kabupaten Lombok Tengah sendiri,  penting menjadi perhatian dan harus segera dituntaskan yaitu laporan masyarakat tentang kasus di Dinas Pendidikan Kab. Lombok Tengah, 

BPTP pengadaan ayam, Dinas Pekerjaan Umum Kab Lombok Tengah,
Dinas Perdagangan dan Perindustrian, BPMD dan Pungli di PDAM. Terkait lamban cepat penanganannya akan tetap mereka dorong agar masyarakat memiliki jawaban yang jelas terkait penanganan kasus korupsi di Gumi Tatas Tuhu Trasna ini.harapnya

Lebih lanjut Saidin mengatakan, Selain ditingkat Provinsi dan Kabupaten, ditingkat Desa juga masih ada kasus yang belum tuntas seperti kasus Desa Beraim, Desa Pengembur, Desa Landah yang ditangani oleh Jaksa. Itu sudah jelas pelaku dan kerugiannya tetapi masih saja belum ada penahanan.tandasnya


Saidin Menambahkan, Kasus baru yang sudah masuk saat ini adalah kasus di Desa Mangkung, laporan masyarakat ini sedang ditangani oleh Polres Lombok Tengah, dan mereka  berharap semua yang sedang ditangani cepat tuntas dan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dia berharap lembaga penegak hukum di Kabupaten Lombok Tengah ini bertindak tegas dan tidak pandang bulu siapapun dia karena hukum tidak pernah memandang jabatan atau klaster hidup. Dalam hukum kita sama.

Terkait dengan kegiatan dan tindakan yang akan dilakukan oleh lembaganya Tak lain hanya untuk mendorong kasus-kasus tersebut, 

Saidin Al Fajri mengungkapkan selalu berkomitmen dan akan bersinergy dengan pihak penegak hukum sebagai mitra rakyat. "Kalau masih saja lamban, perlu di pertanyakan, kami akan mencoba hearing bila perlu turun ke jalan kembali. Tutupnya".

0 komentar:

Posting Komentar