Memperkokoh Peran Mahasiswa Menjaga NKRI Dari Ancaman Perpecahan

SURABAYA, - Puluhan marhasiswa dan masyarakat umum cukup antusias mengikuti seminar di Gedung Alit Life Skill Institute (ALSI), Jalan Semolo Waru 41 Surabaya, Kamis (13/12/2018).


Seminar yang digelar LSM Maharani ini bertema "Gerakan Memperkokoh NKRI Bagi Mahasiswa, Wanita, Pemuda dan Ormas". Mereka yang hadir, yang mayoritas nahasiswa-mahasiswi, ada juga yang emak-emak. 


Para pemateri yang dihadirkan adalah Jonathan, Kepala Bakesbang yang juga Pj Bupati Sampang, Rohman Hakim, kandidat doktor ilmu hukum yang dikenal sebagai Ketua Umum Lembaga Mediasi Konflik Indonesia (LKMI), DR.Budiarsih SH MH, aktivis perempuan dan Dosen Pascasarjana Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, dan M.Kendry Widiyanto, aktivis kebangsaan juga dari Untag.


Ketua LSM Maharani, Widhi Cahyo Nugroho SH MH, mengatakan, seminar kebangsaan seperti ini bukan kali pertama diselenggarakan LSM-nya. Tujuannya, lanjut Widhi, untuk memperkokoh jiwa dan semangat para mahasiswa dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 


Dengan mengikuti seminar bersertifikat ini, para pemuda atau mahasiswa diharap mengambil peran penting dan tidak radikal.


Dikemukakan, negara ini sedang ada masalah. Bahkan, setiap rezim pasti ada problema, entah itu masalah sosial, masalah ekonomi dan lain sebagainya. Dengan ada masalah, tutur Widhi, hendaknya jadi aspirasi untuk ditemukan solusinya. Dan, disinilah peran penting mahasiswa, pemuda dan ormas untuk mengatasi permasalahan. 


"Jadi setiap permasalahan dalam suatu rezim, hendaknya tidak harus disikapi dengan radikalisme, tapi justru merupakan kesempatan untuk berperan positif," kata Widhi.


Dia juga mengungkapkan, permasalahan yang terjadi saat ini adalah ancaman perpecahan bangsa, terbukti dengan banyaknya berita-berita hoax dan persiteruan terbuka antar pendukung pasangan capres-cawapres di media sosial. Karena itu, seminar ini diharapkan bisa memberi pencerahan untuk menekan situasi yang mengkhawatikan ini.


Hal senada disampaikan Rohman Hakim selaku pembicara dalam seminar ini. Rohman mengatakan, kita tengah menghadapi runtuhnya moral anak bangsa yang tergerus arus modernisasi, sehingga nilai-nilai ketimuran atau adat kesopanan banyak mengalami pergeseran nilai.


Rohman menegaskan, hal tersebut terbukti setiap hari bisa dijumpai berita-berita di sosial media yang saling menghujat dalam tataran ujaran kebencian yang sudah dalam posisi titik nadir.


Karena itu, lanjut Rohman, penyelenggaraan seminar oleh LSM Maharani ini sangat tepat, karena mengupas fenomena penyebab untuk mencari solusinya.


Dan yang terpenting, masih kata Rohman, dalam seminar ini masing-masing pembicara cukup obyektif, tidak berpolitik, serta menumbuhkembangkan patriotisme dan penyadaran pada masyarakat. (Ganefo)


Teks Foto: Para pembicara dan mahasiswa peserta seminar kebangsaan yang digelar LSM Maharani di ALSI Jalan Semolowaru 41 Surabaya, Kamis (13/12/2018).

0 komentar:

Posting Komentar