Ruko Mainan Anak-Anak Ludes Terbakar Di Kota Mataram,

JOURNAL NTB:  MATARAM --Puluhan unit kendaraan pemadam kebakaran yang dibantu oleh mobil water canon milik kepolisian berusahan dengan keras untuk memadamkan api yang menghanguskan salah toko penjualan mainan anak dan kembang api di Kota Mataram.

Api yang berkobar diperkirakan sejak pukul 02.00 WITA dini hari hingga pukul 11.20 WITA, pada Rabu (2/1/2019) tersebut, belum bisa dijinakkan oleh petugas. Belum diketahui secara pasti penyebabnya. 

Petugas berusaha melokalisir api yang menghanguskan ruko berlantai dua yang terletak di jalan Selaparang Cakranegara Kota Mataram tersebut dengan menyemprot air baik dari arah depan maunpun samping bangunan. 

Mengingat dibagian belakang toko yang menjual mainan mudah terbakar tersebut bersebelahan dengan pemukiman warga, petugas kebakran terus berusaha keras memadamkan api. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram, Ki Agus M. Idrus , dugaan sementara kebakaran belum diketahui. Mnurutnya, untuk memadam api pihaknya dibantu oleh pemadam dari Lobar dan Loteng serta pihak kepolisian. 

Ditambahkan Kapolsek Cakranegara, Kompol Muslim, kejadian kebakaran itu diperkirakan pada dini hari pukul 02.00 WITA. 

"Diperkirakan dapat info jam 02.00 dini hari. Begitu dapat info lalu turunkan personil dan langsung menghubungi pemadam kebakaran," ucap Kompol Muslim ketika ditemui dilokasi kejadian. 

Namun menurutnya, untuk penyebab dugaan sementara kebakaran pihaknya belum diketahui karena masih akan menunggu pihak Labfor. 

"Dugaan sementara penyebab kebakaran masih didalami. Saat ini kita minta keterangan saksi-saksi sambil menunggu labfor cabang Denpasar untuk olah TKP," terangnya. 

Disamping itu, Kompol Muslim juga menyampaikan rasa terimahkasih kepada seluruh warga yang telah membantu dan menjaga situasi di lokasi kejadian. 

Sedangkan menurut keterangan saksi atas nama Devi yang pada saat kejadian sedang tidur bersama tiga orang rekannya di kamar yang ada di belakang ruko menuturkan kejadian bermula dari suara letusan sekitar pukul 02.00 WITA dini hari. 

"Awalnya saya dengar ada suara letusan, kemudian liat kedepan sudah ada api besar kemudian teriakin teman-teman untuk bangun," tutur Devi, kemudian bersama teman-teman perempuannya berteriak minta tolong warga sekitar. 

0 komentar:

Posting Komentar