Gawi si Siswa Berkebutuhan Khusus Juarai Lomba Hafal Qur'an se-Lombok

Mataram-JournalNTB-Dalam suatu postingan akun Media Sosial milik salah seorang siswa berkebutuhan khusu dari SMAN 6 Mataram, tertuang kisah inspirasi penggugah qalbu, Sebut saja pemilik akun tersebut bernama Gawi.

Siswa yang tercatat sebagai siswa berkebutuhan khusus ini, kembali mengharumkan nama baik sekolahnya dengan keberhasilannya menyabet juara dua di acara "Lomba menghafal Al-Qur'an kategori 2 juz, tingkat SMA/MA se-Pulau Lombok dalam rangka Fastabiqul Khoirot di SMANSA Mataram" beberapa hari lalu.

Prestasi yang diraihnya tentu merupakan torehan luarbiasa, dimana dengan kondisi yang tidak normal, ia mampu bersaing dan jadi juara mengalahkan peserta yang tercatat normal.

Sebagai pemenang, Siswa yang bernama lengkap Abdul Gawi tentu tidak mau melewatkan momen bahagia, setidaknya bercerita melalui akun Medsos miliknya.

Di beranda akun siswa yang beralamatkan Jalan Adisucipto, Kec. Ampenan Utara, Kelurahan Kebonroek, Lingkungan Baturaja, RT/RW 02 tertutur luapan isi hati penggugah semangat,  Berikut postingannya :

Hidup ini perjuangan, guys. Saya sudah berjuang untuk hidup sedari  lahir. Jujur saja, orang tua saya sempat pesimis dengan kehidupan saya. Mampukah saya bertahan hidup? Berkembang layaknya orang normal (tinggi, besar, pintar, bisa mengaji, dll).
Mereka malahan sudah pasrah dan mengatakan kepada Allah, "Jika anak saya ini memang tak punya kesempatan hidup, maka ambillah iya."
Itu yang diceritakan orang tua saya.

Ternyata saya bertahan hidup. Sampai sana apakah perjuangan saya berakhir? Tidak! Saya harus berjuang belajar braille, bersekolah di slb. Berjuang meyakinkan diri saya sendiri, bahwa saya ini sama dengan orang normal.

Walaupun mata saya buta dan kulit saya mungkin terlihat menjijikan, saya ini sama dengan mereka. Saya tak boleh menyesal terlahir seperti ini. Saya bahkan tak boleh menggugat Tuhan dan mempertanyakan, "Adilkah ini?"

Sampai di sana apakah perjuangan saya sudah selesai? Tidak! Terlalu banyak kesedihan dan tangisan, yang saya sembunyikan dan pendam di balik keceriaan yang selalu saya tampilkan.

Di sini (Di SMA) ini, saya masih harus berjuang. Berjuang membuka mata anak-anak normal di sini, bahwa saya, walaupun terlahir buruk seperti ini, tapi mungkin lebih baik dari mereka -- karna Allah tidak menilai hambanya dari fisiknya --

Saya selalu meyakinkan diri saya bahwa walaupun mungkin fisik saya tak se-elok mereka, tapi akhlak dan kecerdasan serta otak saya mungkin bisa lebih baik dari mereka.

Saya selalu meyakinkan diri saya sendiri, agar tak sombong, bahwa saya ini tak lebih tinggi dari orang-orang normal di sekitar saya (teman kelas) atau orang normal yang lain. Saya ini tak lebih pintar dari mereka, pun juga bukan berarti saya lebih goblok dari mereka. Saya ini sama dengan mereka. Mereka bisa, saya juga bisa!

Saya akan terus berjuang, selama Tuhan masih memberikan saya kehidupan, sampai nanti Ia memutuskan bahwa saya harus kembali ke pangkuanNya, dan meninggalkan dunia dengan segala permasalahannya.

Saya akan berjuang menyongsong umur saya yang ke 18 yang akan tiba seminggu lagi dengan hal-hal terbaik yang saya bisa lakukan. Perjuangan ini akan terus berlanjut, karna sejatinya hidup adalah perjuangan, sampai waktu yang telah ditentukan dan kita bisa mengucapkan "Goodbye, everyone."

Menutup statusnya, Gawi tidak luput menyampaikan ungkapan terimakasih kepada bapak guru dan pendukungnya  "Trimakasih pak Abu Abhauyizofqina dan pak Moh Aminullah atas dukungannya" tulisnya.

0 komentar:

Posting Komentar