Menpar RI Dr. Arief Yahya Resmikan Kampus Politeknik Pariwisata Negeri Lombok

Loteng-JournalNTB-Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia Dr. Arief Yahya, Kamis (21/2), meresmikan Kampus Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri Lombok, di Praya, Lombok Tengah.

Peresmian Poltekpar Negeri Lombok yang digelar hari ini, Menpar RI memulainya dengan pembacaan Basmallah. "Dengan ucapan Bismillahhirihmanirohim, saya resmikan Kampus Politeknik Pariwisata Negeri Lombok ini," ucap Arief Yahya.

Dikatakan, pembangunan Kampus Poltekpar telah selesai dibangun. Sementara beberapa gedung pendukung seperti dapur, restoran, dan pembangunan hotel sebagai tempat praktik akan mulai dibangun pada tahun 2019 ini.

"Anggaran yang diberikan untuk pembangunan fasilitas pendukung tahun 2019 itu Rp 227 Miliar," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Menpar RI juga menyampaikan beberapa keberhasilan perguruan tinggi (PT) yang dibangun Kempar selama ini. Diantaranya banyak mahasiswa lulusan Poltekpar Negeri, yang menjadi General Manajer (GM) di hotel-hotel besar, termasuk di hotel luar negeri.
"Lulusan Politeknik Pariwisata Negeri ini paling banyak diterima oleh pasar kerja. Kualitas kurikulum yang digunakan itu sangat berkelas," ujarnya.

"Semoga Politeknik Pariwisata Negeri Lombok ini, bisa menghasilkan lulusan yang berprestasi di bidangnya," pungkas Menpar.

Sementara Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah dalam sambutannya mengatakan, dirinya sangat yakin kampus ini akan sukses, mengingat tenaga dosen yang mengampu sangat berkualitas.

"Ke depan, kampus ini harus mampu menghasilkan mahasiswa berprestasi," ujarnya sembari menambahkan bahwa pihaknya berjanji akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa Poltekpar Negeri Lombok yang berprestasi.

"Bagaimanapun caranya, kami akan berupaya memberikan beasiswa bagi mahasiswa di kampus ini, sehingga semua anak yang kurang mampu itu bisa kuliah di kampus ini," jelasnya.

Untuk diketahui, biaya pendidikan di Poltekpar Negeri Lombok per semesternya adalah Rp 2,1 juta. Dimana saat mulai diterima, mahasiswa harus merogoh kantong cukup dalam yakni Rp. 14 juta.

"Tidak ada alasan anak petani maupun orang tua lainnya, untuk tidak bisa kuliahkan anaknya karena biaya yang mahal," pungkasnya.

Tampak hadir dalam acara peresmian Kampus Poltekpar Negeri ke-5 di Indonesia tersebut, Wakil Bupati Lombok H. Lalu Pathul Bahri dan sejumlah pejabat pemerintah lainnya, serta mahasiswa Poltekpar Negeri Lombok.

0 komentar:

Posting Komentar