Berugak Baca Helmy Faisal Alternativ Taman Baca Warga Setempat

Loteng-JournalNTB- Kawasan Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak memang masih menjadi tempat menggali ilmu bagi para pemburu barokah mondok  di Janapria. Namun, tak ada salahnya, usai berburu ilmu, Santri lanjut menuju Berugak Baca di belakang Gedung Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah.

Berugak Baca yang diberi nama berdasarkan sumber donatur diberi nama " Berugak Baca Helmy Faisal"  ini berada di pinggir Sawah milik yayasan yang kini tengah ditanami tanaman Padi. Selain itu, santri juga dimanjakan dengan suasana khas pedesaan yang masyarakatnya ramah dan santun.

Lokasi Berugak Baca ini cukup mudah di akses lewat Jalan Semparu-Janapria atau lebih tepatnya pertengahan antara Janapria dan Semparu Lombok Tengah.

Berugak Baca Helmy Faisal yang resmi beroperasi sejak 2016 itu, kerap menjadi langganan pelaksanaan kegiatan diskusi maupun seminar bertarap lokal hingga nasional memiliki ukuran cukup luas. Namanya saja Berugak Baca tentu menyediakan banyak varian bacaan mulai dari buku pendidikan hingga majalah tersohor.
"Berugak Baca kini telah bertambah 2 lagi, yang awalnya cuma satu, itupun sumbangan dari donatur Komunitas Tiong Hoa Mataram," ujar Inisiator Berugak Baca Ahmad Jumaili saat ditemui Rabu 13 Maret 2019.

Area Berugak Baca merupakan lahan persinggahan juga bagi para tamu yang berkunjung, termasuk pengawas pendidikan lebih memilih ditemani di Berugak. Pasalnya, selain udaranya yang sejuk juga terdapat, tanaman buah, dan berbagai jenis bunga yang siap manjakan pandangan.

Kedepan Berugak Baca berencana menyajikan jasa penginapan (homestay), area outbond, dan sentra kuliner Vegetarian yang pengunjung bisa memilih dan memetik sendiri menu makanan yang dikehendaki.

" Insya Allah kalau diridhoi, pengunjung pasti betah, dan untuk diketahui kami sejak awal membuka SMKI dengan jurusan pertanian" Kata Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Islam (SMKI) Suhaili saat ditemui di area Berugak Baca, Kamis (15/3).

Selain itu, Pria yang akrab disapa pak Uhel ini menuturkan Berugak Baca awalnya terbentuk dari inisiatif Ahmaj Jumaili yang sekaligus adik misannya, berdasarkan peninggalan (Alm) Kakeknya Papuk Amrah yang sejak dulu melestarikan Beruga sebagai tempat menerima tamu.

Taman dan Kolam yang kini hiasi area Beruga Baca ini hampir seluruhnya merupakan ide dari Kepala SMKI, bahkan tidak jarang ditemui berpakaian seperti tukang kebun.

"Terkadang saya dikira tukang kebung, karena penampilan saya yang mengenakan baju saat merawat taman ini," Jelas Suhaili.

Meski sudah terlihat memukau Berugak Baca akan tetap berkreasi hingga lebih memikat, dituturkan Suhaili, pihaknya masih belum puas dan tetap berharap sentuhan pemerintah daerah juga swasta demi menyempurnakan Berugak Baca itu.

"Kami ingin membawa Berugak Baca ini menjadi sarana mengakses informasi warga/pemuda sekitar, sehingga semua bisa ikut merasakan peningkatan pengetahuan dari belbagai program yang kami sediakan," ujarnya.(Shi)

0 komentar:

Posting Komentar