Guru To’i Berkunjung Di Bank Sampah The Gade “Temba Nggela”

Dompu-(Journalntb.com)-Ada yang berbeda nuasa malam minggu kali ini, ditengah rintihan hujan sedang membasahi bumi, seorang tokoh intelektual muda di Dompu, berkunjung di Bank Sampah The Gade Temba Nggela yang berada di Lingkungan RT 01 Kelurahan Dorotangga, Kecematan Dompu, Kabupaten Dompu - NTB
Namanya Akhdiansyah, S.Hi atau biasa disapa dengan sebutan Guru To'i. Lelaki rendah hati ini dengan gembira melihat aksi nyata anak muda Dompu dalam menjaga melestarikan lingkungan bersih dengan slogam "Memilah Sampah Dapat Emas".

Bank Sampah The Gade Temba Nggela ini mulai beroperasi pada 29 November 2018, ada sekitar 25 anak muda yang menjadi insiator pengerak.

Ide mendirikan bank sampah datang dari kegelisahan hati, ada panggilan jiwa ingin merubah tatanan kehidupan sosial menjadi lebih sehat, bersih, dan hijau, khususnya di Kelurahan Dorotangga sebagai contoh awal dalam menyebarkan kebaikan lewat menjaga lingkungan terhindar dari "Bebas Sampah".

"Disini, di Dorotangga masyarakat disekitar mulai sadar akan pentingnya kehidupan sehat, selain itu mereka memungut sampah bisa dapat emas" kata Direktur Bank Sampah, Diaul Anhar.
Sejak berdiri, Anhar sangat bahagia lantaran antusias dan semangat masyarakat sanggat tinggi. "Mereka datang membawah sampah-sampah rumah, terutama Nonorganik untuk ditimbang. Hasilnya tentu bernilai uang, uangnya bisa ditabung untuk biaya pendidikan anaknya yang sekolah atau membantu biaya pengobatan".

Kerja-kerja seperti ini perlu didorong oleh pemerintah, mereka sudah menunjukan karya dan kerja nyata dalam membantu Program Pemerintah Nusa Tenggara Barat dalam wujudkan Provinsi NTB "Bebas Sampah 2030".

Guru To'i yang juga saat ini tampil sebagai Caleg DPRD Propinsi Dapil NTB VI (Bima-Dompu) melalui PKB ini, mengajak seluruh elemen harus bergerak, mengisi yang kosong, dan yang terpenting agar tidak takut terus bermimpi cita cita yg baik,, lebih khusus Guru to'i berharap keterlibatan banyak element untuk
membantu segala perangkat untuk meningkatkan kualitas kerja, seperti mesin pencacat, atau ajak mereka untuk pelatihan agar bisa mengasah kemampuan kreatifitas dan inovatif.

"Kedepan mereka tidak hanya memungut sampah, lalu dijual. Namun, ada hal yang jauh lebih bernilai, yaitu produksi hasil sampah. Seperti membuat tas dari plastik, ban bekas, ataupun botol. Juga melatih mereka cara membuat pupuk kompos dari sampah organik. Artinya tidak hanya Non Organik dimanfatkan tetapi organik juga bisa kita lakukan", Terangnya.(**)

0 komentar:

Posting Komentar