Ketua MPR: Pemilu Sukses Kalau Mampu Menjahit Merah Putih

BANAR LAMPUNG, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan, pemilu serentak yang digelar 17 April mendatang dapat disebut sukses jika anak bangsa mampu menjahit kembali merah putih, yang sempat terkoyak belakangan ini.

Kalau rusuh, ungkap Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), itu artinya semua kalah. Semua harus tetap bersatu, damai serta kokoh dalam pangkuan NKRI.

"Kalau pemilu ini rusuh, kalah semua. Karena itu pemilu ini bukan perang badar, dan bukan pula perang total. Kalau perang itu namanya provokasi," tegas wakil rakyat dari Dapil I Provinsi Lampung itu.

Hal itu disampaikan saat membuka Press Gathering wartawan parlemen di Lampung. Hadir antara lain Kepala Kesbangpol Lampung Irwan Sihar Marpaung, anggota MPR RI Al Muzammil Tusuf (FPKS), Alimin (FPAN), Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen Ramdhony Setiawan, Kabag Humas MPR Hj. Siti Fauziah dan lain-lain.

Hanya saja, kata Zulkifli Hasan, syarat pemilu yang damai itu sudah diatur dalam UUD NRI 1945 pasal 22 Em yaitu langsung, umum, bebas, dan rahasia serta jujur dan adil. Karena itu penyelenggara pemilu harus bekerja sesuai aturan perundang-undangan.

Demikian pula media massa harus netral, jujur, benar dan berimbang dalam menyampaikan imformasi. "Kalau bisa jangan sampai media massa, khususnya media mainstrem menjadi Timses capres-cawapres tertentu,' kata Zulkifli.

Sebab, lanjut Zulkifli, kalau media.mainstrem tidak netral dan tak jujur, jangan salahkan media social (Medsos) yang makin meraja lela belakangan ini. "Jadi, baik buruknya pemilu ini tergantung kita sebagai anak bangsa," kata Zulkifli.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini yakin tidak bakal terjadi kegaduhan sampai pelaksanaan pemilu 17 April mendatang. Yang dikhawatirkan adalah pasca pemilu, yakni setelah perhitungan suara pilpres.

Zulhas sangat khawatir bila penyelenggara, pengawas pemilu tidak jujur, pihak yang kalah bisa membuat kegaduhan politik. "Kalau rusuh, semua akan rugi, mundur, hotel-hotel akan tutup, orang-orang kaya akan ke luar negeri, dan pertumbuhan ekonomi akan terganggu."

Dengan demikian penyelenggara pemilu, aparat keamanan, elit politik, dan masyarakat harus sama-sama membuat pemilu ini riang gembira dan terus menjaga NKRI. "Jadi, semua harus membuat sejuk, damai, termasuk media sebagai pilar demokrasi keempat," jelas Zulkifli.

Politik lima tahunan ini kata Ketum PAN itu, sebagai konsekuensi demokrasi lima tahunan. Pemilu itu untuk memperbaharui komitmen dan kemitraan antara rakyat dengan wakilnya (DPR, DPRD, DPD RI), kepala daerah, dan Presiden RI. "Hanya setiap lima tahun. Jangan perang, tapi bersatu dan kokohkan NKRI,"demikian Zulkifli Hasan. (akhir)

0 komentar:

Posting Komentar