Kul-kul Bertuah Lengkapi Keunikan Berugak Baca Helmy Faisal Zaini

Loteng-JournalNTB-Kul-kul jaman papuk (kakek) Sakyah dan Papuk Amrah ini kami temukan tersimpan rapi di salah satu rumah orang tua kami di Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria.

Ahmad Jumaili salah satu dari sekian cucu pemilik kentongan menjelaskan, Ini adalah alat komunikasi tradisional orang-orang Jaman dulu ketika Load Spaker, Telepon, apalagi Whatsapp belum hadir ke dunia.

Jumaili (Maju7) menamainya Kul Kul atau Kentongan. Alat ini dulu digunakan mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa tertentu, mulai dari kematian, pencurian, pembunuhan, ronda, kerja bakti atau sekadar mengabarkan kondisi kampung aman.

Uniknya, setiap peristiwa memiliki irama tabuhan tertentu. Hanya boleh ditaruh ditempat-tempat tertentu, pun yang berhak "memantok" alias memukulnya juga orang-orang tertentu.

Konon saat Papuk Sakyah menjadi Lurah atau kepala desa jaman sekarang, pukulan kul-kul ini mampu menyatukan warga mulai dari Paok Dandak, Berombok, Durian, Petoak, Dasan Tinggi, Karang Tengak, Kerembong sampai Lekong Bangkon.

Saat ini Kul-kul ini sudah kami taruh di berugak buku. Semoga Kul Kul jaman Papuk Sakyah dan Papuk Amrah ini bisa menyatukan kita semua.(**)

0 komentar:

Posting Komentar