Banjir Melanda Kabupaten Dompu Dan Bima,

JOURNAL NTB Dompu : Banjir kembali melanda Kabupaten Dompu. Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Dompu dan Bima semenjak siang tadi menyebabkan banjir bandang di wilayah Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hujan lebat menyebabkan peningkatan debit aliran air di Sungai Silo yang melintasi wilayah Kecamatan Dompu. Akibatnya, air meluap di sepanjang Bantaran Sungai dan Menggenangi pemukiman warga. Ketinggian air ditaksir mencapai 2,93 Meter. Wilayah yang terdampak di antaranya Kelurahan Kota Baru, Kampo, Samporo dan Lingkungan Mantro Bawah. 

Hingga pukul 17.40 WITA atau sesuai laporan yang diterima pihak BPBD Provinsi, dilaporkan bahwa air masih menggenangi pemukiman warga. Untuk sementara tidak didapati korban jiwa akibat bencana alam ini. Pihak BPBD Kabupaten Dompu telah mengupayakan untuk melakukan pertolongan kepada warga Masyarakat yang rumahnya terendam dengan prioritas pada penyelamatan jiwa, serta melakukan pendataan dan identifikasi kerugian akibat bencana. Kemudian pihak BPBD Provinsi NTB menanggapi kejadian ini dengan segera menyiapkan dan menerjunkan tim penyalur bantuan logistik berupa makanan, tikar dan selimut dari Mataram ke Dompu mengingat kendala yang dihadapi saat ini oleh pihak BPBD Kabupaten Dompu adalah kurangnya peralatan dan personil yang bertugas di lapangan ketika banjir terjadi. 

Banjir ini merupakan kejadian bencana yang hampir setiap tahun melanda wilayah Kecamatan Dompu. Pendangkalan wilayah sungai menjadi penyebab utama meluapnya air sungai Silo akibat tidak dapat menampung debit air dalam jumlah yang cukup. Kepala BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan bahwa banjir ini sudah menjadi problematika setiap tahunnya dan perlu ditanggulangi, dimana solusi yang dapat ditempuh untuk menuntaskan permasalahan bencana banjir tersebut adalah dengan kegiatan normalisasi Sungai Silo. Hal tersebut menurut beliau sangat penting, karena bila hal ini tidak dilaksanakan ditakutkan

Warga yang terdampak banjir coba menyelamatkan barang barang dan berlindung ditempat yang aman,

"Ini boleh dikatakan terjadi setiap tahun tapi saat ini boleh dikatakan debit air yang menejang rumah kami terkesan lebih besar"kata warga

0 komentar:

Posting Komentar