Jalur Independen dalam Politik


Lombok Tengah -Jika Ary Wahyudi SH MH jadi maju dalam pemilihan kepala daerah Lombok Tengah 2020 mendatang lewat jalur independen, maka kemungkinan Ary adalah orang pertama yang paling jentelment  mengikuti pilkada lewat jalur tersebut.

Pilkada serentak akan diadakan pada 17  April 2020. Terdapat 7 kabupaten/kota di NTB  yang akan mengikuti pilkada serentak 2020 mendatang. Berdasarkan peraturan KPU No. 09 tahun 2015 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur/Walikota dan /atau Bupati / Wakil Bupati Gubernur, Bupati, Wakil Bupati,  individu yang mencalonkan diri lewat jalur independen diwajibkan untuk membuktikan bahwa ybs didukung oleh masyarakat loteng yang terwujud dalam bentuk fotokopi KTP.

Aturan tsb mensyaratkan calon independen yang akan mengajukan diri di daerah antara 60 hingga 100 Ribu untuk mengumpulkan dukungan minimal 3,1% dari total jumlah penduduk. Karena Ary Wahyudi akan mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Lombok Tengah 2020-2024.

Berdasarkan peraturan KPU tsb, jumlah dukungan pada level kabupaten harus berasal dari sebaran lebih dari 1,2% jumlah kecamatan atau  yang terdapat dalam tsb.

Pemimpin negara atau wakil rakyat yang maju secara independen bukanlah hal yang baru didunia politik. Amerika pernah memiliki presiden lewat jalur independen pada tahun 1789, yakni George Washington. Presiden pertama Amerika tsb bahkan tetap maju lewat jalur independen pada periode kedua masa pemerintahannya.

Presiden Jerman saat ini, yakni Joachim Gauck, juga merupakan politisi yang tidak berafiliasi dengan partai manapun alias independen. Ali Bin Dahlan (Ali BD) Bupati Lombok Timur juga pernah menjabat Bupati Lotim.

Demikian juga Dalam hal wakil rakyat, tidak jauh-jauh, Malaysia dan Filipina memiliki wakil rakyat yang terpilih lewat jalur independen. (**)

0 komentar:

Posting Komentar