LSM Kasta NTB Anggap Renca Pembuatan Tapal Batas Desa itu Program Mubazzir

Journalntb.com -(Lombok Tengah)-Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Kasta-NTB menolak keras rencana pembuatan tapal batas desa untuk seluruh desa se-Kabupaten Lombok Tengah yang pembebanan pembiayaannya dari dana desa.

Atas nama Kasta NTB, L. Wing Haris menilai Program yang diinisiasi oleh DPMD Loteng ini, mencerminkan pola pikir birokrat yang tidak memperhatikan kepentingan rakyat yang seharusnya diprioritaskan daripada sekedar membangun monumen tapal batas yang nilainya per desa sebesar 40 juta rupiah yang kalau diakumulasi seluruh desa se loteng bisa mencapai angka 5,5 milyar rupiah lebih.

Lebih lanjut, Pria yang akrab disapa L Wink mengakatakan, Bahwa Pemkab melalui DPMD seharusnya mampu memberikan ide-ide yang inovatif kerakyatan kepada pemdes dengan lebih mengarahkan program yang berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan rakyat karena untuk sektor sektor lain yang lebih urgens sperti RTLH saja dana yang bisa disiapkan oleh pemdes masih sangat minim.

Selain itu, Kata L Wing, DPMD jangan justru lebih menekankan kepada kepentingan fragmatis demi memenuhi ambisi pribadi apalagi nanti sepenuhnya pengelolaan dan eksekusi anggaran tersebut akan dilakukan dan dalam kendali penuh DPMD dengan melibatkan pihak ketiga, ini hanya orientasi proyek saja tanpa memperhatikan kebutuhan rakyat lainnya yang semestinya lebih dipriotitaskan.

Sekali lagi kami tegaskan bahwa Kasta NTB menolak rencana pembangunan tapal batas desa dengan nominal pembiayaan yang sangat besar menggunakan dana rakyat di DD karena itu bentuk pemborosan dan sama sekali tidak berkaitan dengan kepentingan rakyat banyak dan hanya demi kepentingan proyek saja.

Untuk itu, Kasta-NTB akan segera bersurat secara resmi kepada Bupati Lombok Tengah untuk memerintahkan kepada DPMD untuk membatalkan program mubazzir tersebut.(**)

0 komentar:

Posting Komentar