Satu Tahun Gempa Lombok, Rumah Tahan Gempa Diserahkan ke Warga

Journalntb.com - Lombok Utara - Pasca gempa Lombok 2018 lalu, kini masih banyak rumah warga yang belum didirikan. Bahkan, banyak warga yang masih menempati hunian sementara di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Genap satu tahun berlalu, proses percepatan pembangunan mulai berjalan. Salah satunya Rumah Instan Kayu Sehat (Rikas) yang dikerjakan oleh Muhammad Akbar Jadi dan Yusuf Mansur dibantu oleh teman teman Relawan dari PKC PMII NTB dan Coin Foundation NTB.

Sebanyak 12 unit rumah di Dusun Kencong, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara telah berdiri dan diserahkan kunci pada warga.

Rumah berbahan kayu tersebut merupakan bagian dari rumah tahan gempa lengkap dengan MCK dan bertipe 6x6. Sehingga, masyarakat dapat menempati rumah tersebut dengan aman dan nyaman.

Ketua Pelaksana Pembangunan Rikas, Muhammad Akbar Jadi yang akrab disapa Viken, mengatakan proses pekerjaan rumah mulai Januari 2019 untuk memperoleh izin dan rekomendasi dinas terkait sehingga menghabiskan waktu bulanan, agar RTG ini sesuai dengan petunjuk teknis baik dari Perkim dan legalitas dan kelas 2 awet kayu 2  dari LHK NTB.

"Alhamdulillah semua telah dilalui dan berbuah manis pada hari ini. Atas peran aktif ketua Supriadi, Sekertaris Anto dan Bendahara beserta anggota  Pokmas Karang Jelok di desa sokong ini yang terus berkordinasi dengan pemerintah daerah terkait. Sehingga walau kami datang di akhir tapi bisa kami menyelesaikan bangunan ini lebih awal. tentu RTG Rikas ini kami kerjakan maksimal dan sebaik mungkin dengan pengawasan dari fasilitator dan Pokmas Sendiri," ujarnya saat penyerahan kunci rumah di Lombok Utara, Kamis, 1 Agustus 2019.

Acara launching dan penyerahan kunci tersebut dihadiri dan disaksikan banyak pihak, mulai dari Polda NTB, DANREM 162 WB, Dinas Perkim NTB,  Sekda Lombok Utara, BPBD Kab.Lombok Utara,  Camat Tanjung, Kepala Desa Sokong, Kadus Kencong.

Dijelaskan Viken, Satu unit rumah tersebut dibangun dengan dana Rp50 juta. Pembangunan juga akan diteruskan di wilayah lain di Lombok Utara.

"Kami komitmen sebagai Aktivis sekaligus sebagai Aplikator, siap membantu  menyelesaikan rumah warga yang belum mulai bangun dan berkeinginan memilih RTG RIKAS. Harapan ke depan ada data valid warga  POKMAS dari pemerintah daerah yang diberikan kepada kami selaku pelaksana,  agar memudahkan dan mempercepat warga korban masuk ke dalam rumah ," ungkapnya.

Setali tiga uang dengannya, Direktur Coin Foundation, Abdul Aziz, sebagai  Relawan sekaligus mengadvokasi bantuan Pemerintah pusat untuk Korban Gempa Lombok berharap dengan adanya launcing dan tetima kunci rumah tersebut, menjadi cambuk bagi aplikator lainnya agar lebih cepat membangun, tidak hanya memperhitungkan profit semata tapi juga rasa kemanusiaan pada warga yang telah satu tahun masih di hunian sementara atau di tenda darurat.

Sekda Lombok Utara, Drs. H. Suardi, mengapresiasi langkah cepat Tim Pelaksana Aplikator RTG Rikas dan para Aktivis pergerakan ini.

"Saya mengucapkan terimakasih atas ikhtiar kawan-kawan untuk membangun RTG di Kabupaten Lombok Utara," ucapnya.

Dia meminta aplikator, pokmas maupun masyarakat dapat bersinergi dan memiliki persepsi yang sama agar rumah dapat terbangun dengan cepat. "Saya meminta sama persepsi untuk membangun RTG yang sehat, sehingga masyarakat bisa aman dan nyaman. Saya berharap kebersamaan kita semua," tuturnya.

Wakil Ketua PKC PMII Bali Nusra M Solihin, mengatakan dirinya bersama aktivis PMII terus mengadvokasi pembangunan rumah tahan gempa untuk warga di NTB.

Solihin juga mengatakan, kerja keras membangun rumah itu sebagai bukti bahwa aktivis tetap ada dan berkontribusi.(**)

0 komentar:

Posting Komentar