Terbukti PT AS CAR Serahkan Santunan Klaim Meninggal Dunia di Lombok Tengah

Journalntb.com -(Loteng)- PT. Asuransi Jiwa (AJ) Central Asia Raya (CAR) menyerahkan dana santunan klaim meninggal dunia senilai Rp 21.756.704 kepada ahli waris dari (Alm) Bakri, yaitu  Edo Saputra dan Ibu Safirah.

Penyerahan secara simbolis ini dilaksakan langsung di rumah almarhum Bakri, Sabtu (17/8) di dusun Mujur, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah.

PT Asuransi Jiwa (AJ) Central Asia Raya (CAR) mendelegasikan Niraratmaja Harto, yang saat ini menjabat brown agency 001 Lombok Timur untuk menyerahkan santunan disaksikan Kepala Dusun Mujur, Tokoh masyarakat, dan segenap tim CAR Loteng.

Niraratmaja Harto atau yang akrab disapa Anto menyampaikan, bahwa penyerahan dana santunan kematian ini merupakan bukti terhadap komitmen PT AJ CAR dalam menjalankan produk-produk asuransi yang dipasarkan.

"Untuk diketahui (alm) bapak Bakri tercatat sebagai mitra asuransi sejak 5 bulan lalu, dengan premi bulanan sebesar Rp 350. Insya Allah sangat membantu meringankan beban ahli waris" terangnya.

Lebih lanjut, Anto juga menyampaikan, bahwa penyerahan santunan bukan kali ini saja melainkan sudah banyak tersebar di Indonesia, hanya saja baru kali ini khususnya di Lombok dipublikasikan.

Sementara, Ingky Al-Azhari, Leader Agency di 3i-Network yang sekaligus tetangga Almarhum mengakatakan, penyerahan santunan untuk salah satu warga kami selain sangat membantu, tentunya juga sebagai bukti nyata apa yang selama ini kami sosialisasikan benar adanya.

"CAR bukan Asuransi tipu-tipu, bukan pula bisnis mony game" tungkas pria dengan sapaan akrab Ingky.

Dikesempatan yang sama, Edo Saputra mewakili keluarga menyampaikan, ucapan terimakasih kepada PT AJ CAR dan segenap tim yang hadir dalam acara penyerahan santunan tersebut.

"Atas nama keluarga, saya sampaikan ucapan terimakasih yang mendalam untuk PT AJ CAR,  karena dengannya kami bisa menyelesaikan segala kebutuhan material dalam prosesi pemakaman hingga ke sembilan harinya Alm bapak kami" ungkap Edo.

Sebelum penyerahan, Acara diawali dengan tradisi yang biasa diselenggarakan oleh penerima santunan. Dalam hal ini, warga setempat biasanya menggelar dzikiran (Tahlilan) dan do'a yang dihajatkan khusus untuk almarhum. (**)

0 komentar:

Posting Komentar