DAM Mujur, "Siklus Isu Politik Atau Kemakmuran Masayarkat?"

Journal NTB Lombok Tengah : Wacana dibangunnya Waduk atau Dam mujur yang berlokasi di sebelah utara Kecamatan Praya Timur, seblah timur Kecamatan Praya Tengah dan sebelah selatan Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah sudah terdengar semenjak era orba dari tahun 65an. Namun semenjak diwacanakan sampai dengan sekarang ini masyarakat setempat secara utuh menolak rencana pembangunan Dam dimaksud. Realita lapangan kekinian, manisan Dam Mujur santer didengungkan oleh para elit politik secara periodik untuk kebutuhan dulang suara ketika mendekati musim kontestasi politik yang tidak ubahnya tujuan dan tindakan mereka tidak dilandasi dari personal yg mempunyai tingkat percaya diri dengan lebih menonjolkan hal positif lainnya yg akan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Secara geografis rencana Telaga Dam Mujur notabene terletak bukan di Mujur seperti sematan tagar penyebutan umumnya yg sejauh ini kita sama sama ketahui. Fakta lapangan, dominan dari areal terdampak rencana tersebut secara hitungan di atas kertas 95% berada di sebelah utara Mujur Kec. Praya Timur yg masuk di dalam wilayah Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah yakni Dusun Lelong dan 4 dusun lainnya serta sebagian Dusun Prako Kecamatan Janapria.

KAMARUDIN, M.Pd merupakan Tokoh Pemuda yang lahir, hidup dan besar di areal rencana pembebasan tersebut menyatakan Akan Menolak Keras Pembangunan Dam Mujur. Kami rakyat kecil mau hidup tenang dan tidak mau dibayang bayangi, diusik isu itu lagi, tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama Sekretaris LSM GEMPAR NTB tersebut juga memaparkan bahwa telah dilakukannya uji lapangan masyarakat Pandan Dure terhadap Pembangunan Dam Pandan Dure beberapa tahun yg lewat, kemudian ditemukan adanya ketidakberimbangan berita tentang rencana pembayaran pembebasan tanah mereka sebagai korban dari pembangunan Dam dengan realitanya. Berkaca dari ketidakberadilan dan kerugian bagi mereka masyarakat kecil merupakan wujud kesewenangan pemerintah dalam membijaksanai kebijakan, tambahnya.

Tidak dipungkiri, yang menjadi pertanyaan besar kami masyarakat adalah isu Dam Mujur ini selalu dibesar besarkan dan digaungkan ketika akan memasuki musim politik, kami curiga ada oknum playmaker berperan ganda dibelakang layar berlabel pro rakyat bersifat cukong proyek yang bekerjasama dengan mesin politik bertujuan mendulang suara semata yang bekerja sistematis mengambil keuntungan sepihak dan bergerak atas nafsu tanpa memikirkan dampak sosial lainnya di tengah masyarakat, imbuhnya.

Ditambahkan lagi, kami masyarakat sampai kapanpun satu suara akan menolak pembangunan Dam Mujur. Bahkan jika pemerintah tawarkan opsi 1:1 dengan menawarkan jumlah luas lahan pembebasan ditukar sesuai dengan luas lahan per masing masing individu dari masyarakat dengan catatan lokasi ditentukan oleh masyarakat sendiri pun kami tolak.

Sepuh muda yang merupakan tokoh pemuda masyarakat tersebut memberikan gambaran, jika rencana tersebut terjadi dan terkesan dipaksakan, maka pemerintah jelas secara sepihak telah berbuat zalim dengan motif tertentu dengan tidak mengakomodir suara rakyat yang menjadi korban kebijakan. Masyarakat dari 6 kekadusan satu suara menolak Dam tersebut, dilihat dari besaran rencana pembebasan tersebut, maka rumah, pekarangan, kebun dan sawahnya akan habis oleh pembebasan dimana mereka notabene 99% adalah masyarakat petani yang hidup dan menyekolahkan anak anaknya dari hasil tani. Oleh karenanya masyarakat setempat dengan statementnya Tolak Dam Mujur merupakan keterwakilan suara utuh mereka yg menjadi korban kebijakan rencana pembebasan lahan tersebut.

Akrab disapa Bang Komar, ia menegaskan akan terus mengawal suara masyarakat dan akan menjadi garda terdepan bersama dengan LSM GEMPAR NTB menolak wacana Dam tersebut. Ditegaskan kembali secara eksplisit bahwa amanah rakyat sudah final, tidak ada yang bisa mengganggu gugat dan akan terus diperjuangkan sampai tetes darah terakhir.

eb_red,

0 komentar:

Posting Komentar