Kodim 1628/SB Berikan Sosialisasi Bahaya Intoleransi Radikalisme Dan Saparatisme.

Sumbawa Barat.Jornalntb.com
Dalam rangka Pembinaan Teritorial (Binter)Terpadu Tahun 2019 Kodim 1628 Sumbawa Barat melakukan Sosialisasi Bahaya Intoleransi Radikalisme dan Saparatisme bertempat di aula Makodim 1628/SB jalan balad Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat.(30/10/19)

Kodim 1628 Sumbawa Barat Letkol Czi Eddy Oswaronto ST.Memberikan wawasan kebangsaan (Wasbang) di tingkat pelajar dan masyarakat Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat.

Sosialisasi wawasan kebangsaan (Kesbang) ini adalah bagian dari program Pembinaan Teritorial (Binter) Terpadu Tahun 2019 melalui sasaran non fisik di Wilayah Kodim 1628 Sumbawa Barat.

"Kegiatan ini adalah rangkaian dari giat Binter Terpadu yang bertujuan untuk memberikan Pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya radikalisme dan separatisme"Ucap Dandim Letkol Eddy Oswaronto

Ia, memaparkan materi kebudayaan bangsa dan wawasan kebangsaan dengan tetap menekankan bahayanya doktrin-doktrin Radikalisme dan bahaya laten komunis (balatkom).

"Generasi muda termasuk pelajar saat ini rawan dimasuki doktrin-doktrin yang berpotensi memecah belah bangsa. Untuk itu pemahaman wawasan kebangsaan penting untuk diketahui dengan benar sejak dini," jelasnya

Lebih lanjut, dalam penyampaiannya juga memaparkan keberagaman yang majemuk dibangsa ini. Serta pemahaman ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dalam berkehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara menjadi sangat penting.

"Jadi walau suku adek-adek berbeda namun semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus tetap dikedepankan demi keutuhan Bangsa Indonesia," katanya.

Selain itu, tak lupa Dandim 1628/SB juga memaparkan pemahaman terkait usaha pertahanan dan keamanan negara. Sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) sebagai kekuatan utama serta rakyat sebagai kekuatan pendukung.

"Setiap warga negara, berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara, (Bela Negara) sesuai dengan kondisi. Jadi adek-adek harus cerdas dalam menyikapi perkembangan situasi kedepan," pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri  TNI 120 persinil Polri 50 personil, masyarakat 100 orang, pesantren 40 siswa, ASN 50 orang, pelajar 100 siswa.(Rozak)

0 komentar:

Posting Komentar