Warga Lunyuk Sumbawa Gagal Tanam Jagung, kemarau tak kunjung Berakhir,

 Journal NTB. com:  Sumbawa  musim kemarau yang berkepanjangan, sedikitnya ratusan hektare lahan pertanian di sejumlah wilayah di Kecamatan Lunyuk Sumbawa  dibiarkan tanpa tanaman . Lahan kekeringan dan tandus kerontang ditemukan kecamatan Lunyuk, dan memang terpaksa dibiarkan menganggur.

Lahan pertanian tersebut dibiarkan tanpa ditanami apapun, karena sumber air, seperti sungai dan saluran irigasi, mengering akibat kemarau panjang.

"Sejak musim kemarau, ratusan lahan pertanian warga dibiarkan begitu saja. Karena sumber air seperti sungai dan saluran irigasi yang selama ini menjadi andalan warga, seluruhnya mengering," ujar Salah satu warga  Jidin 38  ,saat ditemui di ladangnya Minggu (01/12/19)

Menurut Jidin , luasnya lahan pertanian yang menganggur ini disebabkan para petani khawatir jika mereka memaksakan menanam justru akan mengalami gagal panen. Sehingga lahan dibiarkan menganggur untuk mengantisipasi kerugian.

"Jika harus menggunakan sumur dalam, biayanya cukup mahal dan jangkauan juga terbatas," ujarnya.

Ditambahkan Jidin. Para perani tidak berani menanam Jagung sperti Tahun lalu karna takut gagal panen dan petani sekarang beralih propesi menjadi tukang buat batu bata,

Disisi lain, bagi para petani  terutama yang memiliki sumur  dalam, pada musim kemarau ini,sama sama kesulitan air karna sumur yang di miliki para petani rata rata telah mengering, dan mereka berharap agar dalam waktu dekat bisa turun hujan dan mereka bisa menanam jagung sekalipun waktunya sudah sedikit lewat .

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Samsudin  (42) Kemarau dan kekeringan lahan tahun ini sangat merugikannya sebagai petani dia berharap agar ada solusi dari dinas terkait guna menanggulangi kekeringan yang sudah mulai menyengsarakan rakyat terutama para petani sepertinya, 

(Safe'i) Perwakilan Sumbawa

Journalntb.com 

Editor : Roisvyustisio

0 komentar:

Posting Komentar