Audensi Tiga Komunitas Etnis, Gubernur Khofifah : Tekankan Minimalisasi Penyakit Katarak Masyarakat Jawa Timur




SURABAYA,    Tiga komunitas etnis yaitu Yayasan H.Muhamad ChengHoo Indonesia, Yayasan Sosial Abdi Husada Utama dan Yayasan Jatidiri Bangsa yang dipimpin pengusaha Tionghoa Muslim, Jos Soetomo datangi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah untuk beraudensi

Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut, ingin Chenghoo (YHMCHI) menjadi motor dalam aksi-aksi kemasyarakatan di Jatim.
 
"Fokus daerah yang ada masjid Chenghoo-nya dulu, jangan terlalu meluas se Jawa Timur. Biar fokus. Perlu asosiasi cheng hoo se Jatim yang melibatkan wilayah yang memang ada masjidnya Cheng Hoo tersebut. Mobilitas dalam asosiasi tersebut, baik dalam hal mobilitas agama, mobilitas sosial, maupun sosial media," ujarnya.

Masjid Cheng Hoo yang ada di Jatim misalnya, kata Gubernur, setiap 2 bulan sekali melakukan aksi-aksi sosial bersama di sejumlah daerah dengan bergantian. Seperti menyantuni anak yatim, membagikan sembako hingga operasi katarak.
 
"Saya benar-benar menekankan soal operasi katarak ini, karena penyakit ini di Jatim cukup mengkhawatirkan," katanya lagi.

Gubernur mengatakan, berdasarkan data yang ada, jumlah kebutaan di wilayahnya tergolong masih tinggi. Dia menambahkan, penyumbang tertinggi disebabkan penyakit katarak.

"Saat ini angka kebutaan di Jatim masih tinggi, masih di atas rata-rata nasional. Penyebabnya,  80 persen kebutaan di Jatim karena katarak. Penyebabnya ini yang harus diatasi," kata Gubernur Khofifah.

Menurut dia, layanan operasi katarak gratis sudah sering dilakukan. Namun, ia ingin target Jawa Timur bebas katarak lebih maksimal dan cepat terwujud.
 
"Kita berharap pada 2023, Jawa Timur sudah bebas katarak," kata Khofifah.

Mendengar permintaan tersebut, H. Abdullah Nurawi, Ketua Umum YHMCHI mengatakan, siap melaksanakan usulan-usulan dari Gubernur, karena hal itu benar-benar menyentuh masyarakat kecil.

"Masjid Cheng Hoo di Indonesia ada 14 masjid. Di Jatim terdapat 4 masjid Cheng Hoo. Kami setiap Ramadhan selalu mengadakan aksi sosial, seperti menyantuni anak yatim hingga pembagian sembako. Kami juga sudah cukup lama bersinergi dengan Yayasan Abdi Husada Utama dalam operasi katarak. Insya Allah kami siap melaksanakan anjuran Gubernur untuk langkah selanjutnya," kata Awi.

Sementara Soeharsa, pimpinan Yayasan Abdi Husada Utama mengatakan bahwa yayasan yang dipimpinnya didukung oleh 22 pengusaha Jatim, seperti Alim Markus dan lainnya. Total pelayanan dari 2012 hingga 2019, yakni Klinik Regular Gratis 92.996 pasien dan operasi katarak gratis sebanyak 1.366 pasien.
 
"Senada, apa yang disampaikan Aktivis Perempuan NU Jatim, Doktor Lia Istifhama , MEI. kepada awak media bahwa hal pentingnya sinergi yang hebat antara kepala daerah-daerah dengan Pemprov untuk menanggulangi permasalahan masyarakat yang langsung dibantu komunitas maupun lembaga pemerintah demi lebih mensukseskan operasi katarak gratis dan sesuai himbauan Bu Khofifah Gubernur Jawa Timur," tukasnya.

Mayjen TNI MAR (Pur) Norman Zamile, Ketua Yayasan Jatidiri Bangsa, di hadapan Gubernur mengatakan, siap untuk memberikan pemahaman kebangsaan kepada generasi muda dengan fokus mensosialisasikan Pancasila," katanya.
Selain nama-nama yang disebut di atas, acara tersebut dihadiri oleh 17 tamu Audiensi, antara lain: DR.Lia Istifhama, H. Makmun Hasan, Sri Sudarti, Hasan Basri, Miyoto, Puguh,dsb. (red/and).

_semoga bermanfaat untuk kita semua_
Aamiin...3x Yaa Robbal'alamiin.

#ASA_LiaIstifhama_Ceria_Berlian
#PAS_PemantauArekSuroboyo

0 komentar:

Posting Komentar