WAKIL KETUA KOMISI II DPRD LOTENG MENILAI PT DJARUM SUDAH TIDAK BERPIHAK KE LAGI KEPADA PETANI

Journal NTB Menurut ADI BAGUS KARYA PUTRA Selaku WAKIL KETUA KOMISI II DPRD LOMBOK TENGAH "Tembakau merupakan salah satu sumber penghasilan terbesar petani, khususnya petani di Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah. Dengan hasil penjualan tembakau, para petani ini dapat mencukupi kebutuhan primer sekunder, bahkan kebutuhan tersiernya. Selain itu, banyak anak-anak petani yang dapat melanjutkan ke perguruan tinggi dari hasil panen tembakau bahkan hingga Sukses. Namun sepertinya melihat dari tahun 2019 kemarin  ini harga tembakau tak lagi bersahabat seperti harga tiga tahun terkahir. Rendahnya harga tembakau tahun ini membuat para petani resah dan gelisah. Bagaimana tidak harga penjualan tembakau kering untuk daun pertama atau yang dikenal dengan istilah daun tanak yang dibeli oleh pengepul pada tahun lalu mencapai Rp2 juta rupiah perkuintal, kini hanya dihargai 700 ribu rupiah perkuintal. Harga jual tersebut tentu tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan dalam pengelolaannya. Apalagi petani tersebut tidak memiliki oven sendiri, ia akan membayar harga pengovenan yang lebih besar lebih-lebih tahun ini masyarakat kembali di resahkan oleh banyaknya petani Djarum yang tercopret di Perusahaan PT Djarum sendiri, tentu saya selaku Wakil Ketua Komisi II DPRD LOMBOK TENGAH, Mengambil sikap tegas kepada pihak perusahaan untuk melihat kondisi masyarakat dilapangan dan perlu alasan yang jelas kenapa di coretnya petani djarum, jangan sampai hal ini yang membuat masyarakat menjadi sengsara kalau keberadaan PT  djarum justru merugikan petani. Lebih baik enyah dari lombok Menurut Wakil Ketua Komisi II ini akan lebih positif klo perusahaan-perusahaan penyengsara rakyat ini tidak ada disini. Toh juga masyarakat bisa jual ke sendiri dan Tentu akan memunculkan pembeli pembeli lokal. ungkapnya Wakil Ketua Komisi II yang kerap di panggil Bajang Bagus.

0 komentar:

Posting Komentar