DEMPLOT, PT. Pupuk Kaltim, contoh untuk petani hasilkan panen yang melimpah

Mataram.journalntb.com-

" Kembalikan kesuburan tanah dengan mengurangi pupuk kimia kembali ke pupuk organik". 

Petani adalah penyangga utama sumber pangan negara. Hasil pertanian yang bagus akan memberikan dampak pada perekonomian di masyarakat. Jika sumber pangan ini sudah terpenuhi maka kesejahteraan dan keadilan di dalam Pancasila akan terwujud. 

Menurut Kepala Pimpinan Daerah PT. Pupuk Kaltim NTB. Slamet Mariyono dalam wawancara dengan awak media (15/02/2020) mengatakan,  pada dasarnya kita sudah membuat 
Demontration plant (DEMPLOT ) di daerah-daerah, yang mana kita memberikan contoh cara pengolahan pra tanam atau pengolahan tanah sebelum masa tanam. Dengan 
Menggunakan pupuk Hayati organik yang ada kandungan  microba.  Dan penggunaan pupuk kimia hanya 250 Kg per hektarnya. Cara seperti ini membantu menyuburkan tanah dan mengembalikan unsur hara tanah. Jelas Slamet.

Metode seperti ini juga dapat meningkatkan hasil panen petani hingga seratus persen. Contohnya tahun 2019 kemarin kita membuat DEMPLOT Bawang Putih di Sembalun Lombok Timur. Dari satu hektar menghasilkan panen bawang putih hingga 13 ton lebih per hektar, yang biasanya petani hanya mendapatkan tujuh ton per hektar.

Tapi kebanyakan petani kita ini pinginnya instan saja, padahal sudah nyata hasil yang melimpah terlihat dengan DEMPLOT kita tersebut. Memang pada sistem DEMPLOT yang menggunakan pupuk hayati ada pekerjaan lebih karena setelah di pupuk hayati biasanya akan  tumbuh rumput. Padahal ada cara untuk mengatasi masalah tersebut. Setelah rumput di bersihkan terus lahan pertanian di tanami maka hasilnya akan berbeda. Dan menghasilkan panen yang melimpah. Tambah Slamet.

Menanggapi isu miring di beberapa daerah di NTB tentang kelangkaan pupuk bersubsidi Slamet mengatakan, " Ketersediaan pupuk bersubsidi kita sekarang ini sangat banyak, setok kita 45.000  ton untuk empat bulan kedepan, padahal kebutuhan di NTB hanya 13.500 ton per bulan januari ini. Dan kita sudah menyalurkan 36.000 ton.  Ini lebih dari cukup. Yang di maksud langka yang mana, kita menyalurkan pupuk bersubsidi ini sudah sesuai alokasi yang ada. Jelas nya.


Maka dari itu untuk menertipkan distribusi pupuk bersupsidi yang tepat sasaran, pemerintah membuat Elektronik Rencana Devinitif Kebutuhan Kelompok Petani (ERDKK). Program ERDKK ini harus berjalan di tahun 2021 mendatang. Begitu pula Kartu tani harus berjalan di tahun 2021.  ERDKK ini berfunngi sebagai data kelengkapan terbentuk nya kartu tani. Kartu tani adalah kartu untuk penerimaan pupuk bersubsidi kepada  petani. Karena penerimaan pupuk bersubsidi harus tepat sasaran, dan langsung ke petani penerima pupuk tersebut. Tambahnya.

Untuk tahun ini dari hasil rapat anggota  DPRD  Komisi 4 dan Kementan memutuskan di Nusa Tenggara Barat yang terpilih sebagai  Pilot projek lumbung pangan ada di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat ( KSB). Maka dari itu PT. Pupuk Kaltim akan membantu sepenuhnya pelaksanaan program tersebut.

Menyikapi permasalahan yang terjadi di masyarakat  Slamet mengatakan, 
Jika ada keluhan masalah pupuk bersubsidi di masyarakat, masyarakat hendaknya melaporkan ke dinas - dinas pertanian yang mengurusi masalah pupuk. Agar dinas terkait akan mengakomodir permasalahan yang ada, dan nantinya akan di selesaikan sesuai prosedur yang ada. ( Sahnun).

0 komentar:

Posting Komentar