Desa Kawo Merasa di Anak Tirikan Pemprov NTB

Loteng-(Journalntb.com)-Lingkar bandara menjadi hot isu khusus di Lombok Tengah, adanya dana desa yang dikhususkan untuk desa-desa lingkar bandara menjadi polemik di daerah Lombok Tengah. Dari beberapa desa yang ada disekitar bandara hanya ada 4 desa yang mendapat dana desa terkhusus yaitu desa penujak dialokasikan dana sekitar Rp. 2.067.500.000, Desa Sengkol Rp. 1.627.500.000, Desa Ketare Rp. 1.235.000.000, dan Desa Tanak Awu sebesar kurang lebih Rp. 6.732.500.

Dari keempat Desa tersebut ada banyak desa lagi yang benar-benar terdampak bising pesawat yang lalu lalang, tapal batas desa tersebut masuk didalam 0 K/M. Salah satu desa tersebut adalah desa kawo. Untuk itu pada tanggal 8 Januari 2020 siang sekitar pukul 12.00 WITA para pemuda desa kawo melakukan  untuk merumuskan masalah yang dihadapi. Banyak pendapat dari para pemuda yang merasa desa kawo dianak tirikan, dimarjinalkan dengan usulan penanganan Desa terkhusus.

Salah  satu  pemuda desa kawo dalam pernyataaanya  mengatakan " Jika sampai pemerintah provinsi tidak segera mengevaluasi usulan penanganan desa terkhusus ini, kita sebagai pemuda desa kawo wajib hukumnya turun kejalan memperjuangkan hak-haknya".  Statement tersebut diamini oleh seluruh peserta diskusi dan merasa kewajiban semua masyarakat memperjuangkan keadilan.

Pemuda desa kawo esensinya bukan  masalah dana saja tetapi lebih kepada Keadilan dan atensi pemprov dalam hal ini wagup yang datang langsung menyampaikan dan roadshow di 4 desa yang di sebut lingkar bandara .pertanyaan kami  Kenapa desa kawo tidak termasuk lingkar bandara, apa saja aspek-aspek yang termasuk di Desa lingkar bandara. Untuk itu kami atas nama masyarakat desa kawo akan melayangkan aksi protes karena selama ini kami merasa termarjinal.(**)

0 komentar:

Posting Komentar