"Di tuduh dukun Santet Rumah warga dibakar massa

Journal NTB com Lombok Tengah Sebuah rumah milik Nenek Sumeram (60) warga Dusun Legu embung kao Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah yang diduga sebagai dukun santet dirusak dan dibakar oleh warga desa setempat, Selasa (4/2) pukul 20.00 wita. Akibat peristiwa itu, dua orang saudara Nenek Sumeram bernama Kamarudin dan Suherman harus di rawat ke rumah sakit Puskesmas ganti  karena mengalami luka robek dibagian kepala.

Sedangkan yang di duga korban dukun santet yang dilakukan oleh keluarga Nenek Sumeram yakni Mainsuro (50) yang merupakan Marbot Masjid dan Kiayi Dusun Lagu yang sakit perut membengkak dan meninggal dunia.

Kepala Polsek Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, IPTU Nasrun yang dikonfirmasi membenarkan adanya rumah warga yang diduga dukun santet yang dibakar tersebut

"Iya betul, warga melakukan pembakaran terhadap rumah Nenek Sumeram yang tinggal bersama anaknya beserta cucunya itu dan merusak bengkel, Motor dan sebuah pik up  milik Kamarudin yang merupakan saudara dari Nenek Sumirah," ujar IPTU Nasrun kepada wartawan, Rabu (5/2).

Dijelaskan, kejadian itu berawal saat puluhan warga dari Dusun Legu datang ke rumah Nenek Sumeram dan melakukan penggeledahan dengan maksud mencari Nenek Sumeram dan anaknya bernama Inaq Alus. Namun yang bersangkutan sudah mengamankan diri dan tidak berada di rumahnya.

"Masyarakat melakukan pengeledahan terhadap isi rumah itu, karena menduga keluarga Nenek Sumeram diduga sebagai dukun santet," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, warga yang tidak menemukan keluarga Nenek Sumeram, kemudian warga melakukan pengerusakan dan pembakaran rumah Nenek Sumeram. Saat warga melakukan pembakaran saudara Nenek Sumeram bernama Kamarudin dan Suhirman sempat menanyakan tujuan warga dan permasalahannya serta menghalau warga yang ingin melakukan pengerusakan terhadap rumah itu.

"Namun warga secara tiba-tiba langsung menghakimi dan melakukan penganiayaan terhadap Kamarudin dan Suherman, sehingga kedua korban mengalami luka robek di bagian kepala," ujarnya.

"Keluarga Nenek Sumeram saat ini sekitar 6 orang sudah mengamankan diri di Polsek Praya Timur untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

Atas peristiwa itu, pihaknya langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengantisipasi balas dendam dari keluarga korban kepada para pelaku.

"Pelaku dalam kasus ini masih kita selidiki," pungkasnya.

Terkait masalah itu warga di himbau untuk tidak cepat terprovokasi dengan isu semacam itu, kerugian atas kejadian itu sekitar ratusan juta rupiah 

Terpisah saksi yang berada di tempat kejadian menuturkan korban sedang berzikir saat puluhan warga setempat datang  mengeledah  rumahnya  " tiba tiba saja puluhan orang datang menuduh dia tukang santet" kata warga setempat 

0 komentar:

Posting Komentar