Lutung Kuras ATM korban untuk pesta sabu dan judi Online


MATARAM--journal NTB .com Tim Resmob Satresmob Polresta Mataram menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan (curat). Pelaku bernama Hariadi alias Lutung (28 tahun) warga Jalan Koperasi Gang Memet, Lingkungan Pelembak, Kelurahjn Dayan Peken, Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Pelaku ditangkap hasil pengembangan kasus pembobolan rumah di Jalan Adi Sucipto Ampenan. " Lutung atau pelaku kami tangkap hari selasa 04 Februari pukul 07.30 wita," terang Wakasat Satreskrim Polresta Mataram, AKP Putu Bujangga saat press release di Polresta Mataram, jumat (07/2). 
Saat beraksi, Lutung datang ke TKP dengan mencongkel jendelarumah korban. Pelaku langsung mengambil tas kerja milik korban yang saat itu sedang istirahat. Beberapa barang langsung diambil pelaku. Antara lain, handphone, uang tunai Rp 200 ribu serta beberpa kartu ATM. " Saat terbangun korban kaget ketika barangnya sudah hilang," bebernya. 
Derita korban tidak berakhir. Setelah mengecek tabungan di salah satu bank. Korban kaget setelah tahu terjadi belasan transfer dari rekeningnya ke orang yang tidak dikenal. Transfer dilakukan didua rekening korban. Isi rekening korban ludes ditransfer pelaku. " Total isi ATM korban yang dikuras pelaku sebesar Rp 47,6 juta," tuturnya. 
Penanangkap Lutung tidak menunggu lama. Karena petugas sudah lebih dulu menangkap tersangka lainnya. Yaitu Rahmat alias Kemong. " Pelaku kita tangkap dikediamannya tanpa perlawanan. Celana dan baju hasil curian ditemukan di dalam rumah pelaku. Sudah kita amankan di Mapolresta Mataram," sebutnya. 
Pelaku tidak bisa berkelit saat diintrogasi petugas. Dia mengaku beraksi seorang diri dan diantar oleh Rahmat. Sedangkan PIN ATM korban berhasil diketahui pelaku. Yaitu pelaku mencabut sim card milik korban dan dimasukkan di handphone lain. Satu per satu kontak diperiksa pelaku. Kemudian ada juga ditemukan kontak tertulis PIN ATM. Pelaku pun mencoba di ATM memasukkan PIN dan berhasil. Setelah itu, korban mentransfer isi ATM pelaku ke rekening lain. " Begitu caranya dia tahu PIN korban. Dia cek satu persatu ternyata memang benar itu PIN ATM korban. Kami menghimbau warga tidak menyimpan pasword atau PIN di handphone," pinta Bujangga. 
Pelaku sendiri mengaku uang korban sudah habis digunakannya. Yaitu untuk main judi online, poya-poya dan pesta sabu. Uang juga diberika ke rekannya sebesat Rp 1 juta. Ada juga diberikan ke pacar pelaku sebesar Rp 5 juta. " Saya juga pakai bayar hutang Rp 8 juta dan membeli pakaian," kata pelaku. 
Petugas terus memproses kasus ini. Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan petugas melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman tujuh tahun penjara.(Sahnun)

0 komentar:

Posting Komentar