Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB Amankan Tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang

Mataram.journalntb.com-
Subdit lV Ditreskrimum Polda NTB mengamankan seorang tersangka melakukan tindak pidana perdagangan orang bertempat di Dusun Ledang,Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah.Pada Senin (13/2/2020).

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto S.ik.M.Si. Dalam pres release di Mapolda mengatakan bahwa korban SR Umur 17 tahun,asal lombok barat mengadu ke kepolisian terkait tindak pidana perdagangan orang sesuai No.LP: Nomor:LP/37/II/2020/NTB/SPKT, tanggal 5 Februari 2020.

"Diduga tersangka NS alias AS, Umur 35 tahun, tempat tanggal lahir Kuta, 31 Desember 1984, Agama Islam, pendidikan terakhir SMA, Pekerjaan Wiraswasta, Suku Sasak,  Alamat Kelurahan Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah."Ungkapnya

Artanto menyampaikan kronologi kejadian berawal tersangka NS alias AS menawarkan korban yang merupakan masih anak-anak bersama dengan 2 (dua) orang temannya untuk bekerja di luar negeri yakni ke Arab Saudi dengan iming-iming gaji sebesar Rp. 7.000.000,- (tujuh juta rupiah) dan akan menerima uang FIT (pesangon) sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah). Kemudian korban ditampung di rumah tersangka, selain korban Sri Rahayu tersangka juga sudah menampung 4 korban lainnya kurang lebih 4 Hari dirumah tersangaka di  Dusun Ledang, Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, setelah di tampung kemudian tersangka menyewa 1 unit mobil untuk membawa para korban ke Bandara, 

selanjutnya, korban di terbangkan ke Jakarta bersama dengan 5 orang calon TKI lainnya. Sesampainya di Jakarta para korban diserahkan ke salah satu PT yang menjadi agen kerjasama tersangka.
Karena terlalu lama tidak diberangkatkan ke Arab Saudi membuat korban  merasa tidak betah berada di Jakarta akhirnya korban dipulangkan dengan menggunakan pesawat.
Dari hasil keterangan korban, petugas melakukan penangkapan dilakukan oleh Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB pada hari Jumat tanggal 14 Februari 2020 di Kantor Desa Kediri Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.Barang bukti yang diamankan: - 2 (dua) lembar Ijasah Sekolah, - 2 (Dua) Unit HP.

"Diduga tersangka dikenakan pasal 6 dan atau Pasal 10 UU RI  No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Pasal 81 Jo 53 UU RI No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.Dengan ancaman hukuman paling singkat 3 tahun kurungan dan paling lama 15 tahun kurungan serta pidana denda paling sedikit Rp,120.000. 000, dan paling banyak Rp. 600.000.000.,
"Pungkasnya (shn)

0 komentar:

Posting Komentar