8 Bulan Jadi DPO Curanmor, Andre Dicokok di Jempong

MATARAM.journalntb.com- Berakhir sudah pelarian pria berinisial AWM (24 tahun) alias Andre. Warga Presak Timur, Kelurahan Pagutan Induk itu 8 bulan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian.  Lelaki pengangguran itu akhirnya ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polresta Mataram dalam kasus curanmor. '' Dia ini DPO sejak Juli 2019. Sekarang berhasil kita tangkap,'' ungkap Wakasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Putu Bujangga saat press release di Mapolresta Mataram, kamis 19 Maret 2020. 

Pelaku bersama tiga orang rekannya mencuri Yamaha Mio warna merah maroon disalah satu indekos Jalan Rampai nomor 19 Lingkungan Punie, Kecamatan Mataram. Dua orang rekan pelaku masuk ke dalam halaman kos. Kemudian mengambil motor Mio milik korban. '' Dua orang rekannya itu sudah ditangkap. Setelah itu Andre dan satu rekannya lagi jadi DPO kita,'' paparnya. 
Usai mencuri motor korban. Keempat pelaku hendak membawa motor untuk dijual ke Perampuan Lombok Barat. Namun berhasil dicegat petugas. Tapi dua orang pelaku termasuk Andre berhasil melarikan diri. '' Yang dua orang termasuk Andre melarikan diri. Dua orang lainnya sudah kita tangkap,'' tuturnya. 

Dengan tertangkapnya Andre. Satu pelaku lagi sedang dikejar Kepolisian. '' Tinggal menunggu waktu saja kita tangkap. Tersisa satu pelaku,'' tambahnya. 

Penangkapan Andre memang membutuhkan waktu. Pelaku disebut kerap bersembunyi. Dia pun tahu sedang diintai dan dikejar petugas. Setelah mendapat informasi keberadaan pelaku di Jempong. Andre langsung ditangkap tanpa perlawanan. '' Pelaku ditangkap hari selasa tanggal 17 Maret sekitar pukul 16.20 wita di Jempong Timur di rumah temannya. Ia selama ini disebut keluar masuk Jempong,'' beber Bujangga. 

Pelaku mengakui perbuatnnya di depan petugas. Ia dan ketiga rekannya sudah merencanakan pencurian. Eksekutornya adalah Andre dan salah satu rekannya. Dengan menggunakan kunci T. Pelaku tidak membutuhkan waktu lama mencuri motor korban. Motor tersebut rencana akan dijual dan hasilnya akan dibagi. Tapi apes untuk empat sekawan ini. Rencana itu digagalkan petugas Kepolisian. '' Mau dijual untuk hasilnya dibagi. Tapi lebih dulu ditangkap,'' katanya. 

Ketika di depan petugas. Andre cukup tenang. Ia juga terlihat bisa menguasai diri. Perawakannya cukup kecil. Tapi petugas menyebutnya gesit dan kencang berlari. Dia juga tidak banyak memberikan keterangan. Pelaku mengaku tidak memiliki catatan kriminal dan baru pertama kali mencuri. '' Baru pertama kali. Ini juga saya ikut-ikutan,'' ungkapnya. 

Dengan perbuatannya itu, pelaku terancam dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 9 tahun penjara.(shn)

0 komentar:

Posting Komentar