Antisipasi premanisme tempat parkir, DISHUB Kota Mataram akan tertipkan Jukir.


Mataram.Journalntb.com-
Melihat banyaknya aksi premanisme di tempat-tempat
Parkir, Dinas Perhubungan Kota Mataram akan menertipkan sistem kerja Juru parkir di seluruh wilayah Kota Mataram, hal ini untuk menanggulangi aksi kejahatan yang muncul di tempat-tempat parkir. Langkah yang di lakukan Dushub ini bertujuan untuk memberikan pelayanan keamanan dan kenyamanan masyarakan terhadap pungli dan tindakan premanisme.

Dinas Perhubungan Kota Mataram akan menertipkan dan memantau kinerja juru parkir di wilayah Kota Mataram.  Terkait dengan pencegahan aksi premanisme yang banyak terjadi di tempat-tempat parkir.

Dalam keterangannya Kadishub Kota Mataram Drs.  M. Saleh saat di temui wartawan di ruang kerjanya Selasa (10/03/2020) mengatakan, " Kita tinggal menunggu SK dari pemerintah tahun ini terkait pelaksanaan penertipan parkir di wilayah kami. Kalau anggarannya sudah siap, tinggal action nya saja, jelasnya.

Ada beberapa wilayah di Kota Mataram dimana Kepala Lingkungan menyalahgunakan wewenang mengatur pengolahan parkir, ini pelanggaran, karena tugas ini ada pada kami. Permasalahan ini yang akan kami tindak. Tambahnya.

Dirinya akan membentuk tim untuk menertipkan tempat-tempat parkir di Kota Mataram agar lebih tertip dan tidak ada pungli.

Nilai uang parkir memang dibilang kecil uang seribu rupiah atau dua ribu rupiah  tidak ada artinya tapi, jika uang itu seratus kali lipat atau seribu kali lipat bisa di hitung berapa besaran jumlahnya. Begitu pula dari hasil parkir ditempat-tempat yang ramai bisa jutaan rupiah setiap harinya.

" Untuk itu besaran nilai rupiah parkir sudah di atur oleh  dinas Rp. 1.000 untuk Sepeda motor dan Rp.  2.000 untuk mobil. Jika ada yang menarik diatas ketentuan itu ya..pelanggaran harus ditindak. Ini berlaku di wilayah Kota Mataram." Terang Saleh. 

Perda sudah mengatur yang boleh memungut parkir adalah juru parkir yang di tunjuk oleh pemerintah dan di bekali dengan kertas parkir serta memakai atribut parkir ( Rompi parkir). 

Untuk Parkir insidentil seperti ada event-event tertentu itu  belum maksimal di kerjakan oleh Dinas Perhubungan, kedepan Dishub akan mengelola dan memaksimalkan jukir insidentil karena disitu Pemda bisa mendapatkan pemasukan yang besar untuk pemerintah.

Disisi lain Kadishub menerangkan,  Kota Mataram sudah memiliki
Camera ATCSR ( Area Travic Control Sistem ) yang di pasang di perempatan jalan raya,  Kamera CCTV yang langsung masuk ke kontrol sistem di Dishup. Alat ini untuk memantau kemacetan lalu lintas di wilayah Kota Mataram. Alat ini juga berfungsi membantu pihak kepolisian untuk kontrol terjadinya tindak pidanan di jalan raya maupun lalulintas.

Di Kota Mataram masih memiliki tujuh titik perempatan yang di pasang  Camera CCTV. Sedangkan total jumlah yang perlu di pasang kamera sebanyak 38 titik. " Ini akan kami kembangkan lagi, baik ruangan kerjanya ataupun jumlah unit kamera CCTV nya. Sekarang ini masih jauh dari harapan karena aktif kerjanya sampai jam tujuh malam sedangkan di lapangan aktifitas mayrarakat hingga pukul 23.00 WITA. Dan kami juga masih terkendala kurangnya jumlah personil." Jelas Kadis. ( SHN, FJR).

0 komentar:

Posting Komentar