Bawaslu Menduga KPU Melakukan Pelanggaran

PRAYA. Journal NTB. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Tengah.Menduga terdapat pelanggaran yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait Berkas persyaratan pasangan independen HL Saswadi- Ir H Dahrum. Demikian dijelaskan Abdul Hanan Ketua Divisi Penindakan dan pelanggaran (02/3/2020) dibawaslu Loteng kemarin. 

Dalam Sidang Bawaslu terhutung 12 hari kedepan Bawaslu akan  memutuskan Tata Cara terkait pendaftaran. pihaknya akan mengetahuinya setelah melakukan Pul Data." Jika ada pelanggaran maka Bawaslu Akan memerintahkan KPU Kabupaten Lombok Tengah untuk mengumumkan Calon independen yg Lolos atau tudak yakni Saswadi- Dahrum." Jelasnya. Bawaslu juga nanti akan Mengadili, Apakah KPU Kabupaten Loteng secara sah dan meyakinkan melanggar tata cara terkait pendaftaran dan pelaporan Tim Kuasa Hukum Saswadi-Dahrum."Tegas Abdul Hanan SH.

Bawaslu nanti akan menjabarkan alasan penyebab putusan dalam sidang. Di antaranya yakni Bawaslu akan melakukan musyawarah serta memanggil KPU dan Calon independen.
Sejauh ini, Bawaslu sudah menerima  berkas keberatan pelapor. Sebelumnya, 
Ratusan warga yang merupakan pendukung pasangan Bakal Calon independen Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah, ir H Lalu Saswadi- Dahrum melakukan aksi demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah, Jumat Lalu. Aksi yang dilakukan oleh simpatisan dan Tim sukses pasangan Bakal Calon independen itu untuk mempertanyakan hasil berita acara pengecekan syarat dukungan yang diputuskan oleh KPU Lombok Tengah.
Sebelumnya, pasangan ir H Lalu Saswadi-Danrum di coret, karena syarat dokumen dukungan yang diserahkan tidak memenuhi syarat setelah dilakukan pengecekan sesuai batas minimal syarat dukungan yakni 57,032 Ribu dari jumlah DPT dukungan.

"KPU Lombok Tengah tidak bekerja sesuai dengan amanah yang diberikan," tuding Lalu Ading Buntaran SH Tim Saswadi-Dahrum Dibawaslu. KPU Lombok Tengah harus bertanggung jawab atas berita acara yang dikeluarkan, Karena syarat dukungan yang sudah diserahkan sebanyak 59.321, namun diberita acara yang sudah diplenokan, jumlah dukungan yang diserahkan menjadi 54,707, jumlah dokumen yang tidak lengkap 54,552 dan jumlah dokumen yang tidak lengkap 115," Ada data kami yang dicuri, berita acara yang dikeluarkan ini juga palsu, sehingga jumlah syarat dukungan yang diserahkan menjadi 54,707."tudingnya.

Buntaran juga menuding Silon KPU saat perbaikan syarat dukungan juga ditutup, sehingga Tim IT tidak diberikan waktu membuka silon KPU." Kesalnya. Berita acara yang dikeluarkan KPU bertentangan dengan PKPU, karena syarat dukungan yang diserahkan itu harus sesuai syarat minimal, sehingga bisa dilanjutkan untuk tahap berikutnya."berita acara yang dikeluarkan ini tidak sesuai dengan syarat dukungan yang diserahkan Saswadi-Dahrum. Dari mana angka 54,707 itu bisa muncul di berita acara," bebernya.

Sementara itu,  Suriahadi SH Kuasa hukum pelapor  Meyakini bahwa kecurangan di KPU bisa terungkap dengan bukti dan fakta yang ia peroleh dari berbagai saksi Ahli termasuk hilangnya dokumen yg sudah diserahkan ke KPU pada saat penghitungan berkas persyaratan Calon independen." Bagaimana bisa angka yg sudah diserahkan sebanyak 59 ribu lebih kok bisa hilang hampir 4 ribu lebih, ne kan aneh." Ujarnya dkk dibawaslu. Ia berharap pilkada Loteng ini tidak usah dinodai oleh ulah Anggota KPU yg tidak proposional dan proporsional dalam mengambil keputusan dalam tindakan terkait tidak lolosnya Calon Bupati dan wakil Bupati jalur independen Saswadi-Dahrum dalam Pilkada Loteng." Jelas Suriahadi SH. (**)

0 komentar:

Posting Komentar