FKD Loteng Kudu Dewasa Sikapi Persoalan

LOTENG-Menyikapi Polemik dan kegaduhan Forun Kepala Desa  (FKD) Loteng, M. Samsul Qomar, ketua pemuda Pancasila Lombok Tengah menilainya sangat kekanak-kanakan.

"Menurut pandangan kami adalah memalukan, dimana dalam polemik ini terbuka dugaan perbutan fee perjalanan dinas, kita baca di media masa dan online kades kades ini ribut masalah isi perut" pungkasnya kepada media ini, Selasa (17/3).

Ternyata, Tambah pria yang akrab disapa Qomeng, Mereka berebut masalah fee Kunjungan Kerja (kunker), tentu ini memalukan sebagai masyarakat yg melihat kelakuan ini harus segera di clearkan.

Selain itu, Katanya, Ada tuduhan melalui media kepada kades selebung bahwa dia ribut minta FKD mundur karena tidak kebagian fee ini tuduhan yang serius, karena awalnya yang kita baca kades selebung meminta ketuanya Azhar kades mekar sari mundur karena tak becus memimpin FKD kok malah terbuka ada fee ada kunker sampai disebutkan jumlahnya ada yg 5,5 juta ada yg 8 juta segala, menurut kami ini serius dan sekali lagi memalukan.

Untuk itu, Tegasnya, Kami minta kades kades ini tak usah mempertontonkan sikap yang kekanak kanakan tersebut, jika ada yang tidak puas segera di selesaikan sehingga tidak muncul opini publik bahwa ini ada perebutan kue , kalau memang kades selebung keberatan juga tak perlu perang opini di media dia harus melaporkan yang bersangkutan ke APH bukan malah sebaliknya menyuruh Azhar yang lapor, wah kalau opini ini terus berkembang kan repot , kapan kerja untuk masyarakat .

Jadi,  katanya kembali menegaskan, Silahkan sama sama buktikan siapa yang salah siapa yang benar bila perlu dua duanya saling lapor nanti polisi yang menguji di penyidikan jangan perang opini di media, generasi muda kita jadi ketawa baca berita dan media sosial kades kelahi gara gara fee atau tidak puas.(**)

0 komentar:

Posting Komentar