Ketua PWRIB dan GWI Mintak Kepada Kabid SMP Bertanggung Jawab Atas Perkataannya

Rokan hilir.journalntb.com- Persoalan yang terjadi di ruangan kantor Kabid SMP Dinas pendidikan, yang mana  saat itu mengatakan" bahwa faktanya media hanya mencari - cari kesalahan orang"hal ini serentak viral dan juga sudah  membuat para media tersinggung akan persoalan tersebut.

Ketua PWRIB Mulyadi N mengatakan" apa dasarnya seorang pejabat publik mengatakan persoalan tersebut di hadapan sejumlah wartawan" katanya

Mulyadi N juga mengatakan" sebagai ketua wadah PWRIB (perkumpulan wartawan republik Indonesia bersatu) menyesalkan atas ucapan Kabid SMP yang di lontarkannya kepada media, menurutnya, hal ini merupakan suatu perbuatan yang dilakukan secara sengaja untuk membunuh karakter wartawan" katanya.

Lanjut Mulyadi, saya minta pihak terkait (Kabid SMP Dinas pendidikan) agar mempertanggung Jawabkan perkataannya yang diduga adanya unsur kesengajaan untuk membunuh karakter wartawan yang menjalankan tugasnya dan tentunya sudah di lindungi undang undang NO 40 tahun 1999 tentang pres" ucap Mulyadi N kepada wartawan Rabu siang 04/03/2020 di salah satu rumah makan Bagan siapi-api.

Tak sampai di situ, ketua GWI Rohil Suyatno juga mengatakan hal yang hampir serupa, menurut ketua GWI (gabungan wartawan Indonesia) juga mengatakan sesalnya atas ucapan Kabid SMP Dinas pendidikan yang tanpa memikirkan, bahwa apa yang di lontarkannya dalam perkataan tersebut merupakan suatu cemo,ohan di kalangan media, terutama di Rokan hilir, Seharusnya sebagai pejabat publik, apalagi bernaung di Dinas Pendidikan yang patut di jadikan contoh teladan yang baik, karena bertujuan mendidik" katanya.

Suyatno juga mengatakan" hasil dari perkataan Kabid itu menjadi pembahasan di kalangan beberapa media, sebab, adanya perkataan tersebut, beberapa rekan-rekan mendatangi saya untuk meminta pendapat, karena mereka merasa bahwa propesi media telah tercoreng, dengan adanya perkataan/tudingan tersebut" jelasnya.

Lanjutnya lagi" saya minta yang bersangkutan agar mempertanggung jawabkan perkataannya itu, dan bisa memberikan kejelasan kepada para media, akan perkataan yang di lontarkannya di waktu itu" tutupnya.

Di konfirmasi Kadis Pendidikan terkait persoalan tersebut mengatakan"  saya sudah melakukan pemanggilan terhadap Kabid saya, di dalam perkataannya, Kabid saya tidak mengakui adanya perkataan  seperti itu"terangnya.

Kadis juga mengatakan" terkait dengan peraturan yang di terapkan di SMP negeri 1 Bangko, itu bukan peraturan dari Dinas Pendidikan, dan tidak ada yang namanya kita membatasi kerja wartawan,
Dan harapan saya untuk kedepannya, agar persoalan ini tidak terjadi lagi" harapnya.

Sambungnya lagi" saya juga minta kepada rekan wartawan, agar bisa di mengerti jika adanya persoalan seperti ini, berkemungkinan, Kabid saya, di waktu yang sama mengalami banyak persoalan" ucapnya  secara baik dan bersikap ramah  kepada wartawan Tribunsatu.com yang melakukan konfirmasi terhadap dirinya Selasa malam, 03/03/2020 melalui telepon selulernya.

Sementara itu, hingga pemberitaan ini di terbitkan, yang bersangkutan belum bisa di temui secara langsung.(***)

0 komentar:

Posting Komentar