Pandemi Corona, DPRD NasDem Serukan Warga Indahkan SE Bupati Loteng

LOTENG-Dengan disampaikannya secara resmi oleh Gubernur NTB Dr. Zulkiplimansyah pada 24 Maret 2020 melalui press comprens yang menyatakan, bahwa salah seorang warga Lombok Timur dinyatakan telah positif terkena COVID-19. Ini artinya bahwa masyarakat NTB mesti lebih meningkatkan kewaspadaannya terhadap segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Melalui surat edaran GUBERNUR NTB, dan kemudian dipertegas dengan surat edaran masing-masing bupati/walikota se NTB menunjukkan pemerintah berusaha sudah jauh-jauh hari menghimbau masyarakat untuk waspada dan melaksanakan setiap point arahan.

Kabupaten Lombok tengah sendiri melalui Surat Edaran (SE) bernomor 338/18/HUMAS dengan tegas menghimbau masyarakat untuk waspada dan mengikuti langkah-langkah yang diinstruksikan oleh pemerintah.

Kendati demikian, Sehari pasca beredarnya surat tersebut terpantau masyarakat tidak mengindahkannya sama sekali. Jangankan masyarakat di pedesaan, aktifitas masyarakat di kota Praya yang sangat dekat dengan sumber surat edaranpun seolah-olah tidak menggubris serius surat edaran tersebut, sehingga membuat pak Nursiah sekda lombok Tengah naik pitam dan  turun ke lokasi membubarkan masyarakat yang masih berkumpul dan beraktifitas seperti biasa di pusat keramaian Alun alun kota praya Lombok tengah.

Di desa-desa di Kabupaten Lombok Tengah program peningkatan keamanan desa melaui siskamling atau yang disebut ronda sudah berjalan lancar. Terbukti setiap malam, di tiap-tiap pengeras suara masjid diumumkan untuk selalu menjaga keamanan melalui ronda dan patroli rutin dari pihak TNI dan POLRI. Langkah himbauan program Bupati Lombok Tengah ini terbukti tidak setengah-setengah.

Lalu bagaimana dengan wabah COVID-19?
Tidak setenar dengan pengumuman ronda di setiap masjid, bahkan tidak terdengar sama sekali himbauan Bupati tersebut diumumkan di setiap mesjid. Padahal langkah tersebut terbilang efektif memberikan informasi kepada setiap masyarakat dibandingkan dengan spanduk-spanduk yang orang awam tidak faham dan tidak bisa mencerna informasi ini dengan baik.

Menyikapi hal tersebut, salah satu anggota dewan dari Fraksi NasDem, M. Tohri S.Pd saat di temui di ruangnya di Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Lombok Tengah menghimbau masyarakat untuk tidak menjadikan COVID-19 ini sebagai ajang adu nyali. Atau menjadi bahan guyonan( bercandaan).

"Kita ini tidak sedang adu nyali, atau membuat pandemi ini sebagai bahan candaan. Ini persoalan serius yang membutuhkan tindakan yang serius juga" ungkapnya.

Selain itu, Pria yang kini menjabat Ketua Badan Kehormatan DPRD loteng juga menambahkan, bahwa secanggih China saja masih bisa keteteran menghadapi persolan ini. Di tambah lagi dengan negara Italy yang saat ini berjuang mati-matian untuk bisa terlepas dari pandemi ini. Dia juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk membuka cara berpikir yang lebih rasional arif dan bijak, mengedepankan keselamatan dan kemaslahatan bersama sehingga tidak ada yang masih mengedepankan ego pribadi.

"Ingat Bahwa menyesal kemudian itu tidaklah berguna" tegasnya.

Dengan intonasi menekan Tohri menambahkan "kejadian di luar sana adalah petunjuk yang Alloh berikan bagi kita untuk bisa kita jadikan alasan yang kongkrit dan nyata dalam mengambil sebuah sikap berpikir, bertindak, dalam mengambil tindakan yang bijak dan tegas untuk mengurai permasalan ini.  sebelum terlambat, mari kita bersatu padu pemerintah dan masyarakat untuk kita sama-sama berikhtiar dengan maksimal dalam mencegah penularan COVID-19 ini" himbaunya.

Segala bentuk upaya pemerintah khususnya Lombok Tengah harus dilaksanakan dengan maksimal. Artinya himbauan pemerintah juga harus disertai dengan pengawasan dilapangan dengan menggandeng unsur TNI dan POLRI. Patroli rutin menindak tegas terhadap setiap masyarakat yang tidak mengindahkan surat edaran bupati tersebut.
"Libatkan secara maksimal unsul TNI dan POLRI  untuk melakukan pengawasan di setiap desa dan dusun. Saya yakin itu keren"tutup Tohri.(**)

0 komentar:

Posting Komentar