Polda NTB Sebut Issue Hoax, Turis Asal Rusia Negatif Corona

SUMBAWA BESAR.journalntb.com-Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Abdul Kadir Manambai, Dr. Riandra mengatakan, pasien berinisal Mr X asal Rusia, di laporkan tidak mengarah kepada positif terjangkit virus Novel Corona19.

Pasien ini di diagnosis mengalami muntah muntah, demam dan diare. Setelah dilakukan observasi dan pemeriksaan, petugas medis kata Riandra tidak menemukan indikasi yang mengarah kepada virus tersebut.

"Sekitar jam dua siang tadi, kami telah berkoordinasi dengan Dinkes Pemda Sumbawa dan steak holders lainnya. Pasien dirujuk dari Puskemas Alas. Tidak ada gangguan pernafasan setelah didukung dengan hasil labolatorium dan Rontgen yang mengarah ke diagnosa covid19,"kata, Riandra, dalam keterangan resminya hari ini, Selasa (3/3).

Pasien ditangani khusus oleh dokter spesialis paruh dan kini ditetap sebagai pasien atau Orang Dalam Pemantauan (ODP). Informasi terakhir kata Dirut, pasien berinisal Mr X warga Rusia tersebut tidak lagi demam dan tengah dalam proses pemulihan diare.

Sementara itu Polda NTB memastikan tengah melakukan penyelidikan atas seluruh akun yang menyebarkan informasi positif corona terhadap pasien warga asing di media sosial. Salah satu issue hoax tersebar terhadap warga Rusia  yang dirawat di Sumbawa Besar. 

"Sementara ini, issue dan akun medsos yang menyebarkan info bohong soal positif Corona kita kasih stempel hoax. Dan akun akun ini tengah kami lidik," ujar, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto,S.I.K , kepada pers, hari ini pukul, 19.00 WITA.

Sebelumnya, pihak RSUP Manambai menyebut,bahwa Mr X adalah wisatawan asal Rusia yang melakukan perjalan dari Italia, Thailand dan Malaysia sebelum ke Indonesia. Ia ditemukan oleh warga Desa Lekong Kecamatan Alas Barat dan di larikan ke Puskesmas setempat sebelum akhirnya dirujuk ke RSU Provinsi Manambai.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menghimbau warga untuk tetap waspada terhadap Corona Virus Disease(COVID-19) yang disebabkan oleh Virus Corona (SARS-COV -2).

Hanya saja Gubernur meminta bahwa kewaspadaan itu tidak dilakukan berlebihan, apalagi menimbulkan kepanikan.

"Ikuti saja saran para ahli dan dari pemerintah guna mencegah hal hal yang tidak diinginkan,"kata, Zulkieflimansyah dalam akun FBnya yang di realese ke publik.(***)

0 komentar:

Posting Komentar