Petani Gagal Panen Akibat Hama Wereng Dan Tikus "Petani Mengeluh

Journal NTB .com Petani di beberapa  Kecamatan  Di Lombok Tengah mengalami gagal panen akibat serangan hama wereng dan tikus. Petani hanya memanen separuh dari hasil biasanya atau bahkan tidak memanennya sama sekali.

Di Kecamatan Janapria  serangan wereng terparah terjadi di Dusun Pemantek Desa Loang Maka kecamatan janapria Dan  Desa Beleka Kecamatan Praya Timur, Sedangkan di Kecamatan Pujut  terjadi di Beberapa Tempat sebagian Tajur akibat tikus dan wereng  yang mengganas. Seperti pantauan Tim Journal NTB .com

Petani di Dusun Pemantek , mengatakan, serangan wereng terjadi sejak tanaman akan berbuah. Akibat serangan hama tersebut daun padi menjadi berwarna pirang hingga akhirnya mengering.

"Karena daun pirang dan akhirnya mengering akibatnya tanaman yang harusnya berbuah dan berisi ternyata ikut kering dan tidak bisa dipanen sama sekali," ungkap Mahnan ( 8/4/2020 )

Ketika serangan  muncul, para petani sebetulnya berupaya menyemprot tanaman namun tidak membuahkan hasil. Kondisi tersebut kemungkinan akibat lambat melakukan penyemprotan dan juga serangan yang kian mengganas. "Serangan wereng ini sangat cepat, satu rumpun padi, wereng bisa mencapai 8 lebih," kata Mahnan.

Petani lainnya,  mengatakan, petani yang biasanya dari luas 1 hektare bisa panen hingga 6 ton, sekarang hanya diperoleh kurang dari 3 ton. Dengan hasil itu semua petani mengalami kerugian yang cukup besar. Kerugian 1 hektare lahan bisa mencapai puluhan juta rupiah.


"hasil panen seperti ini jangankan bisa untung, modal bekas tanampun tidak akan tertutup. Apalagi kalau semua hal dikerjakan oleh buruh, kalau semua mengandalkan orang lain semua hasil panen habis untuk upah buruh, tidak akan dapat bagian)," tutur Para petani.


Karena khawatir serangan wabah terus terjadi, kini banyak petani yang terpaksa memanen padinya lebih awal. Sebab serangan wereng biasanya menyerang tanaman semua umur termasuk yang akan dipanen sekalipun. 

Petani berharap kepada  pemerintah segera ambil langkah untuk mencari solusi guna mencegah kerugian besar dari petani, karena mata pencaharian warga masyarkat cuma dari hasil Sawah dan bertani,

(Rois)

0 komentar:

Posting Komentar