Agus Menduga Ada Korupsi "berjamaah" Pada Proyek Dua Juta Masker

PRAYA. Journal NTB. Ketua LSM Laskar NTB Agus Setiawan menduga ada korupsi 'berjamaah dalam Proyek Pengadaan dua juta masker oleh Pemkab Lombok Tengah. Pasalnya kualitas masker itu patut dipertanyakan sebab dikerjakan oleh pihak ketiga dan sudah jelas mendapat keuntungan milyaran Rupiah,"Ini soal uang APBD harus diselamatkan ditengah wabah pandemi Corona. enak saja mereka duduk manis lalu meraup keuntungan luar biasa besar hingga milyaran Rupiah."Sebut Agus. Ia menyatakan, sudah Banyak pihak telah mencium aroma dugaan korupsi "berjamaah" dalam proyek dua juta masker tersebut."ini
Hasil investigasi dilakukan LSM Laskar NTB."jelasnya. Agus juga mengancam akan menempuh jalur hukum untuk melaporkan dugaan kasus proyek masker ini ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB  langsung dengan alasan, Kejari Lombok Tengah tidak terlalu cepat respons."siapa yg terlibat kami tidak perduli.' jelasnya Senen (25/5/2020).

Ia juga mempertayakan keberadaan Lembaga UMKM- nya diduga fiktif. kemudian hasil klarifikasi dengan mempelajari data-data yang ada." proyek pengadaan dua juta ini nilainya sekitar Rp 12 miliar. menggunakan APBD 2020."Bebernya. Disebutkan dia, pengadaan masker diduga hanya dikuasai oleh satu penyedia saja, dengan kontrak Rp 5.500 per masker kali dua juta masker."dari data yang didapatkan, penyedia mensubkon ke pihak ketiga dengan harga Rp 4.000 sebanyak 750  pcs masker."ungkap Agus. Bahkan lebih parah lagi kata dia, dalam pengadaan ini pengadaan proyek masker dibagi-bagi. Dengan melibatkan beberapa pihak yang kini masih didalami datanya oleh tim LSM Laskar NTB."Artinya penyedia tanpa kerja sudah untung Rp 750 ribu x 1.500 sama dengan 1 Miliar," jelasnya. Selanjutnya, sisa masker 125OOOO pcs, di pesan ke pabrik dengan harga Rp 3.000 per pcs ada keutungan sekitar 3 miliar di produk pesanan pada pabrik, kita semua tahu 
kondisi keuangan Daerah Loteng dan masyarakat  sedang menangis dengan covid 19, kemudian ada sekelompok orang berpesta pora dengan keuntungan uang rakyat miliaran rupiah. Mereka  tanpa harus peras keringat banting tulang.
"kami minta KPK, Kapolisian NTB, kejati NTB dan BPKP untuk segera audit dana Anggaran Covid-19 agar tabir penggunaan anggaran Covid 19 termasuk Proyek Dua juta masker  dibuka ke publik secara transparan.' terang Agus. Agus juga meminta kepada Banggar dilegislatif untuk segera membentuk Pansus Tim Audit untuk mengetahui penggunaan rincian Anggaran Covid- 19 yang ada di kabupaten Lombok Tengah."saya dukung Anggota DPRD kabupaten Lombok Tengah untuk membentuk Pansus Tim Audit sebab masyarakat ingin transparan dari Pemda atas rincian Penggunaan dana covid 19."tambahnya. (**).

0 komentar:

Posting Komentar